Om Swastiastu
Wacana Maha Guru Sri Nara Dirijin 16 September 2006
Asram Bhama Santhi
HARI SARASWATI
Pada hari ini aku mengajarkan pengetahuan tentang hidup kepada kalian. Untuk memahami hidup kita harus menghayati ciri-ciri tetantang kehidupan. Ciri-ciri tentang kehidupan ini dipahami satu persatu ditandai dengan jelas agar hidupmu mudah.
Yang paling penting sekali dalam hidup adalah energi yang mengandung zat hidup yaitu udara. Dengan memahami udara dan memilih udara yang baik kehidupanmu akan semakin jelas, kesehatanmu akan semakin jelas, dan kesucianmu akan semaki jelas. Dari udara disekitarmu itu mampu memelihara kehidupanmu, dirimu secara lahir dan batin. Ciri-ciri ini harus dipahami dengan seksama untuk menghayati kepribadian alam semesta.
Yang kedua, engkau harus menghayati kehidupan ini dengan ciri-ciri tumbuhan yang tumbuh di dunia ini. Tidak semua tumbuh-tumbuhan itu tumbuh bersamaan, dia memiliki waktu yang berbeda, yang merupakan suatu ciri yang harus kau pahami, dan cermati untuk memperjuangkan hidupmu. Dimana tumbuh-tumbuhan itu merupakan tangan pertama, yang mampu mengambil energi ketuhanan didalam ibu pertiwi, yang mambantu mengambilkan kekuatan ibu pertiwi kepada kalian. Setelah itu barulah dirimu memilih apa yang tumbuh di dunia ini untuk memelihara badanmu. Pemilihan ini amatlah menentukan, yang berkaitan dengan kehidupanmu, agar kehidupanmu selalu suci, jiwamu selalu suci, dan kesehatan badanmu selalu terjaga dengan baik.
Yang ketiga pengaruh tata surya, munculnya bintang-bintang di langit tidaklah bersamaan, ini memberikan tanda dan pengaruh begitu besar terhadap kelahiran dan kehidupan yang ada di dunia ini. Dari ketiga yang aku jelaskan tadi ini memberikan pengaruh kepada ketiga badanmu. Tumbuh-tumbuhan memberikan kesehatan kepada badanmu, tata surya akan berpengaruh kepada badan halusmu, dan udara berpengaruh kepada sang jiwa. Ketiga inilah yang merupakan rangkaian yang harus kau cermati. Untuk mengambil kekuatan dari ketiga hal ini, membutuhkan bakti dan penghayatan serta pengertian dan pengetahuan yang begitu dalam para bakti sekalian.
Dari tumbuh-tumbuhan itu engkau akan memahami pengetahuan yang begitu luas tentang kepribadin yang tumbuh di dunia ini. Tumbuh-tumbuhan memberikan ajaran pengetahuan yang abadi kepada umat manusia tumbuh-tumbuhan mengajarkan bakti yang setia, tumbuh-tumbuhan mengajarkan kita mengendalikan diri dengan kuat.
Yang Pertama tumbuh-tumbuhan merupakan kepribadian yang abadi dimanapun tumbuh-tumbuhan itu tumbuh dia tidak akan berpindah dengan sendirinya. Dimanapun tumbuh-tumbuhan itu tumbuh dia akan selalu tumbuh keatas dan kebawah, yang keatas adalah mengejar matahari atau cahaya, akarnya yang kebawah adalah mengejar air di bumi ini. Didalam kehidupan rohani, jiwamu harulah mengejar cahaya ilahi dan badanmu haruslah mengejar air untuk memelihara kehidupanmu. Yang kedua, tumbuh-tumbuhan yang tumbuh pertama kali dari bijinyan dia akan belah menjadi dua, yang merupakan gambaran dari pada hidup ini, yang di pengaruhi oleh dua kekuatan ruwabineda siang dan malam yang tak bisa terpisahkan. Setelah kau memahami pengaruh ruwabineda ini dengan sempurna. Tumbuh-tumbuhan itu akan menumbuhkan daunnya menjulur keatas memuja tuhan inilah yang disebut dengan lingga. Dua belahan biji dari pada tumbuh-tumbuhan inilah yang disebut dengan yoni. Lingga dan yoni ini bersatu didalam sebuah suwatu inti kehidupan muncul keatas mencari matahari ibaratkan mencari ujungnya lingga dan tumbuh kebawah mencari dasarnya lingga. Sampai matipun tumbuh-tumbuhan itu tidak mengenal hal seperti itu. Dari sifat tumbuh-tumbuhan ini untuk memelihara kehidupanmu engkau perlu hayati dimanapun tumbuh-tumbuhan itu tumbuh disana juga di menjatuhkan daunnya. Dimana engkau mendapatkan kemakmuran, kesejahteraan, pengetahuan, dan kesehatan, disanalah engkau memelihara hidupmu, disanalah engkau berbakti, dan memujanya. Dimanapun tumbuh-tumbuhan itu tumbuh disana dia berbuah. Buah, daun, dan bunganya itu tidak pernah untuk dirinya tetepi dipersembahkan untuk sang pencipta, sang pemelihara yaitu manusia itu sendiri, sang pemelihara tanah itu sendiri, dan sang pencipta tuhan itu sendiri yang berada pada setiap mahluk hidup. Dia persembahkan buah, bunga, dan, daun itu untuk kehidupanmu. Bila engkau menghayati kepribadian suci dari pada tumbuh-tumbuhan ini, maka engkau akan mengenal lingkungan hidupmu dengan baik, engkau akan bisa menghayati mendalami kerohhanian itu dengan sempurna. Oleh sebab itulah sebagai perantara dirimu memuja tuha orang-orang suci di jaman dulu memilih kayu, tumbuh-tumbuhan, pohon yang besar-besar itulah dipergunakan sebagai simbul-simbul ketuhanan yang mengantarkan batin dan jiwamu menemukan tuhan itu sendiri. Bagai mana engkau sebagai manusia ini mampu menjadikan dirimu simbul keilahian, mampu menjadikan dirimu lingga dan yoni yang selalu mengejar cahaya dan selalu turun kebawah, merupakan suwatu keseimbangan hidup yang abadi yang harus kau hayati dengan baik para bakti sekalian.
Yang kedua yaitu tata surya, tata surya akan selalu bersinar dan akan selalu teratur pada tempat dimana dia ditempatkan, yang selalu melaksaanakan kewajibannya memberikan cahaya, dari sini engkau bisa menghayati kehidupan rohhani diantara sesamamu. Tak ada tata surya satupun yang akan berbenturan diantara saudara-saudaranya, begitu juga kalau engkau memahami kehidupan tata surya engkau sebagai manusia tidak seharusnya engkau bersentuhan antara manusia satu dengan manusia yang lainnya, karena masing-masing memiliki suwadarma, karena masing-masing memiliki paridarma, karena masing-masing menghayati dan memahami kewajibannya barang siapa yang selalu berbenturan dengan orang lain dia adalah orang yang tidak memahami kewajibanya, yang tidak memahami suwadarmanya, yang tidak memahami paridarmanya, mana kewajiban untuk dirisendiri dan mana kewajiban untuk orang lain. Pada malam hari tata surya itu memancarkan dan memnatulkan cahaya bila engkau hayati seperti itu jadikanlah dirimu pemantul cahaya keilahian tuhan. Tuhan memancarkan cahaya pada kalian dan pancarkanlah cahaya itu untuk menerangi dirimu dan orang lain serta sinarilah alam semesta ini dengan cahaya kesucianmu pilihlah tempat yang tepat untuk melakukan suwatu pengabdian pilihlah tempat yang tepat yang berguna dimana semestinya engkau melakukan pengabdian melakukan kewajiban dengan sebaik-baiknya sesui dengan kemampuanmu. semakin besar tata surya itu semakin dikelilingi oleh bintang-bintang tata surya yang lainnya semakin besar kehidupan rohhanimu disekitarmu akan banyak orang-orang yang membutuhkan penerangan jiwa dan pengayoman kepada kalian.
Yang ketiga adalah udara, udara ini amat penting harus engkau hayati bila engkau menghayati udara. Udara tidak akan pernah membedakan tempat, udara akan selalu memenuhi ruang dan waktu, udara akan tidak pernah menampakkan dirinya tetepi udara itu menunjukkan keberadaannya. Bila engkau menghayati sebagai orang suci, engkau tidak perlu menampakkan dirimu sebagai orang suci, tetepi tunjukanlah keberadaanmu dengan perbuatan baktimu, dengan selalu menunjukkan kekuatan-kekuatan untuk mengendalikan dirimu. Betapapun kencangnya udara itu dia tidak akan pernah terkalahkan oleh siapapun. Apapun yang berhadapan dengan udara yang bergerak akan roboh hancur berantakan walaupun tidak nampak. Begitu juga engkau sebagai orang-orang suci siapapun yang menghalangi kehendak sucimu haruslah engkau hancurkan, terutama penghalang dari pada kehendak suci itu adalah nafsumu. Hancurkanlah nafsumu, hancurkanlah egoistismu, hancurkanlah kebodohanmu, karna kebodohan itulah yang menghambat kesuciannmu. Udara akan mampu memberikan kehidupan sebagai orang suci, agar mampu menyalami masuk pada seluruh ciptaan ini, untuk memberikan kehidupan dengan doamu, dengan pujamu, dengan pengetahuanmu, dengan perlindunganmu, dan dengan pertolonganmu serta dengan kasihmu. Ketiga alam ini lah yang mengajarkan yang harus engkau pahami dengan seksama untuk meningkatkan setatus dirimu, setatus kejiwaan, setatus kepribadian dan setatus sosial di dunia ini.
Tanpa engkau memahami dan menghayati ini engkau sulit untuk mendapatkan pengetahuan yang ditulis di dalam kitab-kitab suci. Pengetahuan yang sejati akan ada pada sumbernya. Tentu engkau tidak memahami dan memikirkan mana sumber pengetahuan itu. Sumber pengetahuan itu adalah ada pada dirinya sendiri. Kalau engkau ingin memahami pengetahuan tentang matahari ada pada matahari itu sendiri. Kalau ingin engkau mengetahui pengetahuan tentang air ada pada air itu sendiri. Kalau ingin engkau mengetahui kekuatan tentang air juga ada pada air itu. Begitu juga kalau ingin engkau mengetahui dirimu sendiri ada pada dirimu sendiri. Kalau ingin engkau mengetahui tuhan ada pada dirimu sendiri. Kalau ingin engkau mengetahui udara ada pada dirimu sendiri. Kalau ingin engkau mengetahui sifat tumbuh-tumbuhan ada juga pada dirimu sendiri. Inilah yang dikatakan oleh orang bijaksana manusia adalah mahluk yang paling sempurna, manusia adalah lingga tuhan yang paling sempurna, manusia adalah mahluk yang paling sempurna. Walaupun manusia sebagai mahluk yang paling sempurna satupun manusia itu tidak ada yang sempurna. Dari dua perkataan itu mahluk yang paling sempurna karena didalam dirimu ada segala-galanya tidak ada mahluk yang mendapatkan kesempurnaan atau sempurna karena manusia selalu ingin meningkatkan dirinya. Yang maha sempurna adalah tuhan itu sendiri. Kembali aku jelaskan kepada kalian pengetahuan itu ada pada sumbernya. Hayatilah itu apapu yang ingin engkau ketahui, pengetahuan apapun, kekuatan apapun, itu ada pada sumbernya tetepi kalau engkau membaca buku dan otakmu selalu engkau jejeli dengan kitab-kitab engkau akan mendapatkan pengetahuan yang ditulis didalam buku. Tentunya engkau tidak akan menemukan kekuatan alam semesta, kekuatan dirimu, karena didalam buku tidak ada kekuatan jiwa, karena didalam buku tidak ada kekuatan yang sebenarnya. Itu adalah petunjuk untuk mendapatkan kekuatan yang sesungguhnya belajarlah pada alam, karena alam semesta ini adalah perwujudan yang maha kuwasa. Engkau dengan mudah menghayati itu, engkau dengan mudah merenungkan itu, dan engkau dengan mudah mencarinya. Bila memiliki suwatu kesabaran dan keteguhan hati untuk mendapatkannya,
Janganlah para pemuja bosan..! di Asram ini aku menanam semua bentuk tumbuh-tumbuhan, di Asram ini aku mengalirkan Air, di Asram ini aku memasang Cahaya. Inilah pengetahuan yang perlu engkau pahami dan perlu engkau hayati. Oh makunda sumber cahaya, lingga guru sumber dari pada air yang mampu memelihara kehidupanmu, tumbuh-tumbuhan yang mengajarkan dirimu tentang kehidupan yang abadi renungkanlah itu para bakti sekalian.
Pada hari ini aku menjelaskan tentang kehidupan tetepi anugrahku menyelimuti seluruh kehidupan aku menjelaskan kemudahan hidup ini agar engkau memahami dirimu dengan sebaik-baiknya tidak menghayalkan suatu kekuatan-kekuatan yang tidak mungkin engkau gapai. Gapailah berlahan-lahan, sentuhlah disekitar dirimu, karena disekitar dirimulah tuhan yang paling dekat, dan tuhan itu yang paling sempurna adalah pada jiwamu yang suci. Terimakasi para bakti sekalian semoga pengetahuan ini akan mengantarkan dirimu ketingkat yang lebih sempurna untuk menyempurnakan jiwa dan ragamu, pengabdianmu serta baktimu.
OM NAMA SIWAYA .
OM NAMO NARAYANAYA.
OM NAMA BUDAYA.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.