Wacana Maha Guru Sri Nara Dirijin 10 November 2007
Asram Bhama Santhi
Jalan-Jalan Kasih
Pada hari ini kalian semua telah menyucikan dirimu dengan melantunkan kidung-kidung suci ilahi, mengumandangkan lagu suci. Nama tuhan adalah Japa Mantram yang terbaik di jaman Kali Yuga ini. Engkau tidak menyadari dengan ucapan suci yang engkau ucapkan itu, dosa-dosamu berlahan lahan hanyut lewat tetesan air matamu. Air mata yang mengalir dari dirimu yang menghanyutkan dosamu, sehingga kebahagiaan di dalam hatimu muncul berlahan-laha. Kebahagiaan ini adalah berkah yang utama di dalam kehidupan. Setiap yang hidup mencari kebahagian dengan upaya dan menguras pikiran serta berbuat. Tetapi pada malam hari ini engkau mengumandamkan nama suci tuhan, dosa yang di akibatkan oleh Panca Indriamu berlahan lahan akan lenyap. Jagalah kebahagiaan yang pernah engkau dapatkan dengan selalu berbakti kepada yang maha kuasa. Tiada jalan yang lebih indah dari pada jalan yang di tunjukkannya.
Jalan menuju kasih ilahi adalah jalan yang paling indah para bakti sekalian. Dalam keindahan ini engkau akan menghayati dan menyadari tentang dirimu. Engakau dilahirkan di dunia ini untuk mencari diri sendiri, untuk mencari dirisendiri. Bila engkau menemukan dirimu yang sejati, bila engkau menemukan kebahagian yang sejati yang muncul dari kebenaran jiwamu maka dirimu akan mudah untuk menghayati yang maha kuasa. Sifat kebenaran yang sejati ini adalah sifat yang mahakuasa yang harus engkau pahami dan nikmati di dunia ini. Hidup ini tidak memiliki nyawa dan arti serta kekuatan bila di dalam hidupmu tidak pernah menemukan kebenaran, kebahagian itu.
Latihlah dirimu…..!
Berlatih di alam semesta ini tidaklah muda para bakti sekalian manusia tidak akan pernah menemukan jalan kasih tanpa tuntunan Guru Puruhita. Di masa lalu dan di masa kini tuhan menurunkan Guru-guru suci darijaman Reg Weda, tuhan menurunkan dirinya sendiri menjadi manusia di dunia ini untuk mengajarkan jalan menuju kakinya. Jalan tuhan ini tertutup tidak mudah ditemukan karena dirimu dibatasi oleh dosa-dosa kelahiran masalalumu. Dosa-dosa inilah yang menutupi, sehingga kebodohan itu menyelimuti dirimu. Bila dosa itu tersucikan berlahan lahan jalan terang menuju ilahi itu akan Nampak jelas para bakti sekalian. Itulah sebabnya pada hari Saraswati ini orang-orang bijaksana di masalalu kususnya di pulau dewata ini ditetapkan sebagai hari Saraswati yaitu turunnya dan mengalirnya pengetahuan suci. Bila kita bisa mengormati hari ini, mengingatnya saja, apa lagi pada hari saraswati ini kita melakukan pemujaan dengan tulus dan ketulusan hatimu, pengetahuan tentang kebenaran itu akan datang disetiap benak. Pengetahuan tentang kebenaran itu akan menuntunmu berbuat di dunia ini sehingga apapun yang engakau lakukan terbebas dari dosa. Para bakti sekalian hanya pengetahuanlah yang mampu mebebaskan umat manusia dari segala bentuk penderitaan.
“Tidak ada Upakara yang begitu besar yang mampu membebaskanya..!”
“Tidak ada Japamantra yang begitu hebat yang mampu membebaskanya..!”
Tanpa memahami rahasia pengetahuan dari Yadnya itu sendiri, tanpa mengetahui rahasia dari mantram itu sendiri. Dengan mengetahui pengetahuan, terutamanyalah pengetahuan tentang kesucian ini jiwamu akan belahan lahan terangkat di bumi ini. Jiwa yang terangkat adalah jiwa yang besar yang mampu memberikan pengertian pada seluruh perbuatanya, sehingga dunia ini akan menjadi damai. Semua umat manusia mendambakan kedamaian dia akan mengucapkan kedamaiian dia mengobarkan kebenaran. Dunia ini akan abadi sesuai dengan kehendak yang maha kuasa. Engkau semua bertanggung jawab kepada semua itu. Mulailah berlahan lahan jangan henti berdoa memuja tuhan, di jaman Kali Yuga ini.
Jaman Kali Yuga ini adalah jaman yang begitu berat para bakti sekalian, sifat-sifat raksasa yang pernah terlahirkan di masa lalu semuanya menjadi dan menambah kekuatanya di jaman Kali Yuga berlipat ganda. Kekuatan raksasa itu akan bersemayam didalam hati dan pikiranmu para bakti sekalian. Di jaman Kali Yuga ini raksasa tidaklah mengambil wujud yang utuh di permukaan bumi ini, tetapi para raksasa-raksasa itu akan meminjam dirumuuntuk melakukan kegiatanya menghancurkan darma di dunia ini. Maka manusialah menjadi tempat sarangnya raksasa bila di tidak bisa memisahkan dirinya dengan kekuatan itu. Cara untuk memisahkan hal inilah makanya pujalah tuhan dengan sebaik baiknya, karena raksasa itu amat takut dengan getaran kesucian. Agar tidak bersemayam di dalam pikiranmu, agar pikiranmu tidak di perintah oleh selera-selera rendah yang menghancurkan dirimu sendiri, dan alam semesta ini. Kekuatan raksasa itu memurti pada setiap tempat. Para bakti sekalian raksasa ini haus darah, dia ingin menghancurkan darma di dunia ini. Sehingga perlu engkau sadari di mana-mana terjadi kehancuran, di mana-mana terjadi kemerosotan moral, di mana-mana darah bergelimbangan, nyawa manusia hancur setelah dia meninggalkan badanya raksasa itu akan tertawa terbahak bahak. Darah mengalir di dunia ini sehingga alam semesta ini menjadi kering, sehingga alam semestaini tidak nyaman, sehingga alam semesta ini di kotori oleh darah-darah yang penasaran itu. Sucikanlah semua alam semesta ini dengan selalu mengidungkan kidung suci di manapun engkau berada. Lakukanlah perbuata- perbuatan yang menuju kebenaran, menuju ilahi, menuju kemurnian jiwamu yang paling dalam para bakti sekalian.
Pada hari ini karena dirimu telah di sucikan oleh ucapan itu aku datang memberkati dirimu memberikan kekuatan kepadamu duduklah dengan baik para bakti sekalian pasrahkanlah dirimu kosongkanlah dirimu luruskanlah tulang punggungmu.
Wacana Maha Guru Sri Nara Diri Jin 20 September 2006
Asram Bahma Santi
PAGERWESI
Anak-anakku yang aku cintai dengan kesungguhan baktimu engkau telah datang, aku memanggil kalian untuk menerima pengampunanku.
“Kekuatan baktimu telah menghancurkan dosa-dosamu sendiri”
“Kesungguhanmu telah menghilangkan keragu-raguannmu”
“Keiklasanmu telah menunjukan keberanian untuk menunjukkan swatu kebenaran”
“Keteguhan hati amatlah penting”
“Kekuatan jiwa juga amatlah penting”
“Memahami kehendak kepribadian sang maha tunggal amatlah penting”
“Pengorbanan dalam suatu pemujaan adalahpenting”
Engkau semua adalah anak-anakku yang aku cintai.
“Aku bukakan pintu keberuntungan bagi kalian”
“Aku tunjukkan jalan terang bagikalian”
“Aku berikan engkau kebahagiaan dan ketenangaan kerukunan di dalam hidu berumah tangga”
“Aku berikan engkau material untuk menyambung aktivitas hidupmu”
“Aku berkati dan aku anugrahkan engkau putra yang suputra”
Semuanya itu adalah kasihku padamu. Aku tuntun engkau ke jalan bakti bagaikan matahari yang selalu terbit tanpa membedakan yang harus di berikan cahaya. Oleh sebab itu anak-anakku sekalian, janganlah engkau berteduh, bila engkau berteduh engkau tidak mendapatkan cahaya ilahi, engkau tidak akan mendapatkan cahaya matahari. Bagaimana engkau memahami kasih pancaran cahaya matahari,
“Bila engkau berteduh dengan kebodohanmu”
“Bila engkau berteduh dengan kemalesanmu”
“Bila engkau berteduh dengan keserakahan”
“Bila engkau berteduh dengan kemunapikan”
Tetapi dengan langkah demi langkah harus engkau lalui berlahan-lahan proses hidup, karena kehidupan ini menjadi kiriman bila engkau memahami suka dan duka. Kekuatan akan semaki kuat bila engkau berani meninggalkan kelemahan. Anugrah itu mengalir bagaikan air, air tidak pernah mengalir di tempat yang sama dua kali. Jangan biarkan air itu mengalir tanpa engkau dapat melakukan penyucian diri. Air menyucikan, air memelihara, air memberikan kehidupan, dan air memberikanperlindungan yang maha kuat. Kuatnya perlindungan ini beliyau yang maha kuwasa menjadikan dirinya sebagai sifat pelindung “adalah Narayana” yang memelihara seluruh ciptaan ini engkau adalah bagian dari pada ciptaan tentunya dirimu mendapatkan perlindungannya, kasihnya, cintanya, menemukan berkahnya dan menerima segala-galanya darinya, engkau yang dilindungi, engkau yang memahami kebenaran, dan mengetahui tentang jiwa yang murni dan suci. Satukanlah semua kekuatan,
“Dengan pengetahuanmu”
“Pengetahuan dengan pemahaman dan pengertiaanmu”
“Pengertian dengan kesadaranmu”
“Kesadaran dengan selalu menundukan kepala di setiap tempat engkau mendapatkan di setiap tempat engkau tidak mendapatkan”
kerena semuwanya itu adalah keseimbangan alam semesta para bakti sekalian.
Dengan menyadari segala kesalahan dan mau mengungkapkan segala kesalahan aku mencintaimu, aku menyayangimu, aku memahami,
“Karena engkau mendambakan yang terbaik”
“Karene engkau mengharapkan yang tertinggi”
“Karena engkau mengharapkan yang termulia di antara yang mulia”
“Kerena engkau mengharapkan menjadi orang-orang yang termulia dan suci”
Tindakan-tindakan orang suci dia akan selalu meninggalkan satu-persatu pakian-pakian yang melekat didalam dirinya, pakian itu adalah wasana karma, pakian yang buruk adalah perbuatan-perbuatan yang buruk, pakian yang bagus adalah perbuatan-perbuatan yang baik. Ikatan semua itu akan mempengaruhi jiwamu bila engkau merasa memakainya, oleh sebab itu aku ibaratkan dirimu dalam ikatan rantai emas dan ikatan dengan rantai besi semuanya itu memiliki suwatu kekuatan yang sama, memiliki kekuatan yang sempurna yang menjalin dirimu sehingga dirimu merasa sakit. Barang siapa yang selalu mengingat kebaikan yang dilakukan, dan barang siapa yang selalu mengingat keburukan yang dilakukan, rasa sakit itu bekas dari semua itu akan menghancurkan ketulusan dan keiklasanmu.
Hilangkan rasa cemburu yang begitu dalamterhadap sesamamu, terhadap orang lain, terhadap pemuja, dan seluruh sekalian alam. Kecemburuan ini mencerminkan ketidak iklasan. Bila menerima dengan sungguh-sungguh tidak perlu engkau merasa lebih tinggi dari orang lain, tidak perlu engkau merasa lebih memahami dari pada orang lain, tetapi yang perlu harus engkau pahami bagaimana engkaumampu menyadari dirimu dan orang lain, pemahaman seperti ini akan menghilangkan segala yang melekat yang berpengaruh buruk pada dirimu. Pekaian kebodohan akan terasa hangat pakaian yang tebal akan menghilangkan rasa dingin bila rasa dingin engkau nikmati engkau tidak akan mendapatkan cahaya pancaran matahari di muka bumi ini.
Kekuatanku bagaikan matahari menyinari semuwanya, lewat cahaya itu segalanya akan mampu terselesaikan. Diantara seluruh kehidupanmu sinara matahari itu akan mampu menjawab segala kebutuhan kehidupanmu, lewat pancaran cahay matahari engkau akan mampu menyelesaikan kehidupanmu, untuk membuatkan makanan, untuk menghangatkan tubuh, untuk menggerakkan angin, untuk membantu pertumbuhan, dan memberikan kekuatan-kekuatan yang lain, menghancurkan segala bakteri yang memberikan pengaruh negatif pada dirimu begitu besar cahaya matahari itu. Dengan memehami cahaya matahari engkau akan memahami kekuatan ilahi yang begitu besar, tanpa engkau sadari yang selalu memberikan sinar kepada bola matamu.
Yang bercahaya adalah dirimu sendiri karena engkau adalah yang mampu menyerap cahaya ilahi itu. Matamu tidaka akan mampu melihat bila kesadaranmu itu hilang, yang melihat bukanlah matamu yang melihat adalah pengelihatanmu. Pengelihatanmu ini diberikan cahaya oleh sang surya, matahari itu sendiri, siwa itu sendiri, tuhan itu sendiri, atman itu sendiri, di dalam dirimu sendiri walaupun matamu tebuka lebar, tapi kesadaranmu lenyap jiwamu meninggalkan dirimu mata itu tidak memiliki arti apa-apa. Begitu juga telingamu yang mendengar bukanlah telingamu tetapi pendengaranmu, yang merasakan setuhan bukanlah kulitmu tetapi rasa itu oleh sebab itu para bakti sekalian satukanlah pandanganmu dengan pengelihatanmu, pahamilah matamu karena matamu mampu menyalurkan pandanganmu, pahamilah telingamu karena telingamu mampu menyalurkan pendengaranmu, pendengaran-pendengaran pengelihatan dan semua yang di tanggkap olehpanca indria ini intinya adalah jiwa, intinya adalah atman, intinya adalah sang surya. Dewa surya menunjukan kasihnya yang begitu dalam kepada para pemujanya dimanapun berada para sada kepada semua ciptaannya.
Tanpa engkau memahami makna dari pada kehidupan pengetahuan, engkau akan selalu memahami kepentingan-kepentingan yang tidak beralasan yang didorong oleh rasa ingi memiliki yang begitu tinggi. Semakin besar pengaruh kekuatan pikiranmu ingin memiliki, hidupmu akan semakin beban dan semakin susah, karena memelihara amatlah sulit para bakti sekalian. Memiliki segala-galanya memeliharanya amatlah sulit yang akan menghancurkan baktimu, yang akan menghancurkan ketulusanmu, yang akan menghancurkan keiklasanmu, tetapi orang-orang bijaksana dia tidak akan merasa memiliki suwatu apa-apapun, dia adalah orang yang kaya, di tidak akan mengikat benda yang satu dengan benda yang lain, karena benda-benda di sekitarnya adalah miliknya bila engkau mengakuidua, tiga, empat, engkau ikat engkau adalah orang yang miskin dunia ini penuh dengan segala-galanya kenapa engkau hanya mengikat sebagian yang merupakankepentinganmu, kenapa engkau harus memiliki sebagaian kecil dari semuwa itu. Oleh sebab itu dengan jiwamu tumbuh semakin besar, engkau tidak merasa memiliki, karena semuanya memang adalah milikmu yaitu sang jiwa. Bila dirimi sudah memahami bukan badan engkau adalah atman, engkau adalah segalagalanya, engkau adalah memiliki semua yang ada, dan semua yang ada merupakan bagaian dari dirimu sendiri, dan dirimu sendiri merupakan foktor kekuatan penggerak, memberikan makna dan arti dari seluruh yang ada disekitarmu.
Kalau engkau memiliki dan menggenggam segenggam tanah tidak akan mampu engkau pergunakan untuk kebutuhan hidupmu, tetapi kalau tanah ituengkau sebarkan di seluruh dinia ini, akan mampu memenuhi segala kebutuhanmu aku ibaratkan pengetahuan tentang kepemilikan. Aku jabarkan semua ini untuk menjadikan dirimu memahami dan mengerti semakin dalam agar jiwamu menjadi tenang dan damai. Orang-orang yang bijaksana akan memanfaatkan dan akan menaruh kasih dan cinta kepada seluruh isi alam semesta ini, sehingga kemudahan-kemudahan akan selalu dia dapatkan kerinduan akan isi alam semesta akan semakin dalam, cintanya akan semakin dalam karena alam semesta adalah bagian dari dirinya. Tetapi orang-orang yang kerdil yang tidak memahami kekuwasan alam semesta dirinya merupakan bagian dari pada alam semesta. Bagaimana engkau memahami alam ini bagian dari dirimu bagai mana engkau mengerti dirimu bagian dari pada alam semesta ini engkau memiliki jiwa yang kecil dan engkau memiliki jiwa yang besar. Jiwa yang besar apabila dirimu mampu menyatukan dirimu dengan yang maha kuwasa “Brahma Aham Asmi” orang bijaksana mengatakan “Brahma Aham Asmi” orang-orangsuci orang-orang bijaksana juga mengatakan “Tatwamasi Aku Adalah Dirimu”. Bila kekuatan ini engkau miliki dan pengertian ini engkau miliki dan engkau pahami engkau adalah yang terbesar di antara segala-galanya, engkau akan mudah menggapai alam semesta ini, dengan kekuatan, pengertian dan pengetahuan yang engkau miliki. Tetapi bila engkau berpikir bahwa dirimu bagian dari pada alam semesta ini engkau akan selalu merasa menderita di tekan, di hina, engkau akan memiliki musuh yang begitu banyak engkau akan memiliki suwatu ancaman yang begitu berat, engkau akan merasa tuntutan yang begitu berat didalam hidupmu. Nah untuk menjadikan dirimu besar inilahaku mengajak kalian semua untuk menumpuk bakti dengan berbagai cara,aku memberikan cara bakti, memberikan karma, mengajarkan melakukan membangun tempat-tempat suci, melakukan tirtayatra, melakukan tirta gamana, melakukan padayatra melakukan dan membuat upakara-upakara persembahan melakukan ageni hotra, tapa, berata, yoga, melakukan samadi. Semuanya itu aku bukakan jalan untuk kalian agar dirimu menjadi besar para bakti sekalian. Anak-anakku sekalian akan menjadi begitu besar memenuhi alam semesta ini, tidak ada isi alam semesta ini yang tidak dapat engkau jangkau, tidak ada parabakti sekalian tidak ada dan tidak ada seisi alam semesta ini menjadi musuhmu, semuwa adalah sehabatmu karena engkau adalah sendiri para bakti sekalian.
Kapan engkau memahami dirimu tanpa batas engkau menjadi satu dengan kesendirianmu di saat itu yang mahakuwasa meresapi seluruh indriamu, kapan dirimu mampu memahami hidup ini tanpa beban dan merasa memiliki tanggung jawab yang besar inilah yang disebut denga karma yoga. Kapan dirimu telah memahami dan mengerti hakekan kemanunggalan dengan pribadi yang maha agung, engkau akan dipuja engkau sendiri adalah utusan-utusanya untuk menegakkan darma dan kebenaran serta mengajarkan catur weda. Kapan engkau memahami bahwa pandangan itu amatlah penting untuk engkau pahami engkau akan mampu melihat sesuatu yang paling kecil sekalipun, akan mampu melihat sejauh manapun di dunia ini, berarti engkau akan memiliki pengetahuan yang begitu luwas para bakti sekalian. Samudra ilahi akan selalu bergoyang dan bergerak melindungi kekuatan yang ada pada dirimu, samudra ilahi akan memberikan penglukatan terhadap apa yang engkau lakukan sehingga perbuatanmu selalu suci dimana-mana, ucapanmu selalu suci, pandanganmu selalu berpenuh makna dengan kesucian. Tidak pernah engkau memandang sesuwatu itu tanpa memiliki nilai kesucian, pandangan yang indah, pandangan yang mulia pandangan yang penuh kasih, ini memberikan suwatu persembahan yang begitu dalam terhadap sang jiwa di dalam dirimu para bakti sekalian. Pada hari ini engkau memuliakan dan memuja guru, aku ingin tahu bagaimana caranya engkau memuliakan dan memahami hakikaat guru dengan sesungguh-sungguhnya.
Oleh sebab itulah aku datang di tengah tengah kalian untuk memberikan pengertian dengan jalanku dan caraku sendiri, ternyata engkau telah memahami itu oleh sebab itu pertahankanlah baktimu dimanapu engkau berada. Begitu juga pahamilah baktimu untuk membesarkan jiwamu keberanianmu untuk melakukan darma, keberanianmu untuk menyebarkan darma dan untuk mempertahankan darma, Darma adalah kewajiban pribadi para bakti sekalian dengan melakukan darma engkau akan menemukan kemuliaan, dengan engkau menemukan kemulian engkau akan menemukan keagungan, dengan menemukan keagungan engkau adalah pemuja yang terbaik para bakti sekalian. Pemuja yang terbaik memahami hakekat baktinya, pemuja yang terbaik memahami pengertian jiwanya, pemuja yang terbaik memahami segala tindakannya.
Sekali lagi aku gariskan kepada kalian, yang menjadi tolak ukur tentang ketulusan dankeiklasan, apa bila engkau sudah tidak memiliki rasa cemburu terhadap siapapun, tidak pernah merasa cemburu dengan apa yang dilakukan oleh orang lain, tidak pernah merasa cemburu bila tidak mampu melakukan, menerima dengan senang hati, menyadari dengan kesungguh-sungguhan, menghayati dengan penuh makna, ini adalah yang dikatakan tulus dan iklas. Bila engkau tidak mampu mendaki gunung jangan menghentikan orang untuk tidak mendaki gunung, bila engkau tidak mampu memahami lautan jangan menghentikan orang untuk menyebrangi lautan, tetepi bila engkau mampu melaluwi samudra yang begitu luwas jangan mengajak orang untuk melakukannya karena orang tidak memiliki kemampun, pengertian, dan pemahaman yang sama dengan dirimu. Jawablah segala pertanyaan dan kebutuhan yang di pentingkan oleh orang yang menanyai dirimu, yang bertanya kepada dirimu, jawablah apa yang ditanyakan oleh orang lain, dengan kemampuanmu, dengan kerendahan hatimu, dengan ketulusanmu, janganlah menjawab pertanyaan orang lain dengan selalu menghantuwi dan menakut nakutinya karena semuwanya itu engkau berarti menanamkan kebencian secara berlahan-lahan, Terimakasi para bakti sekalian, engkau telah memuja dengan baik pada hari ini, engkau telah memahami kewajiban dan tugasmu. Semoga engkau bahagia semoga engkau sejahtera.
Wacana Maha Guru Sri Nara Dirijin 16 September 2006
Asram Bhama Santhi
HARI SARASWATI
Pada hari ini aku mengajarkan pengetahuan tentang hidup kepada kalian. Untuk memahami hidup kita harus menghayati ciri-ciri tetantang kehidupan. Ciri-ciri tentang kehidupan ini dipahami satu persatu ditandai dengan jelas agar hidupmu mudah.
Yang paling penting sekali dalam hidup adalah energi yang mengandung zat hidup yaitu udara. Dengan memahami udara dan memilih udara yang baik kehidupanmu akan semakin jelas, kesehatanmu akan semakin jelas, dan kesucianmu akan semaki jelas. Dari udara disekitarmu itu mampu memelihara kehidupanmu, dirimu secara lahir dan batin. Ciri-ciri ini harus dipahami denganseksama untuk menghayati kepribadian alam semesta.
Yang kedua, engkau harus menghayati kehidupan ini dengan ciri-ciri tumbuhan yang tumbuh di dunia ini. Tidak semua tumbuh-tumbuhan itu tumbuh bersamaan, dia memiliki waktu yang berbeda, yang merupakan suatu ciri yang harus kau pahami, dan cermati untuk memperjuangkan hidupmu. Dimana tumbuh-tumbuhan itu merupakan tangan pertama, yang mampu mengambil energi ketuhanan didalam ibu pertiwi, yang mambantu mengambilkan kekuatan ibu pertiwi kepada kalian. Setelah itu barulah dirimu memilih apa yang tumbuh di dunia ini untuk memelihara badanmu. Pemilihan ini amatlah menentukan, yang berkaitan dengan kehidupanmu, agar kehidupanmu selalu suci, jiwamu selalu suci, dan kesehatan badanmu selalu terjaga dengan baik.
Yang ketiga pengaruh tata surya, munculnya bintang-bintang di langit tidaklah bersamaan, ini memberikan tanda dan pengaruh begitu besar terhadap kelahiran dan kehidupan yang ada di dunia ini. Dari ketiga yang aku jelaskan tadi ini memberikan pengaruh kepada ketiga badanmu. Tumbuh-tumbuhan memberikan kesehatan kepada badanmu, tata surya akan berpengaruh kepada badan halusmu, dan udara berpengaruh kepada sang jiwa. Ketiga inilah yang merupakan rangkaian yang harus kau cermati. Untuk mengambil kekuatan dari ketiga hal ini, membutuhkan bakti dan penghayatan serta pengertian dan pengetahuan yang begitu dalam para bakti sekalian.
Dari tumbuh-tumbuhan itu engkau akan memahami pengetahuan yang begitu luas tentang kepribadin yang tumbuh di dunia ini. Tumbuh-tumbuhan memberikan ajaran pengetahuan yang abadi kepada umat manusia tumbuh-tumbuhan mengajarkan bakti yang setia, tumbuh-tumbuhan mengajarkan kita mengendalikan diri dengan kuat.
Yang Pertama tumbuh-tumbuhan merupakan kepribadian yang abadi dimanapun tumbuh-tumbuhan itu tumbuh dia tidak akan berpindah dengan sendirinya. Dimanapun tumbuh-tumbuhan itu tumbuh dia akan selalu tumbuh keatas dan kebawah, yang keatas adalah mengejar matahari atau cahaya, akarnya yang kebawah adalah mengejar air di bumi ini. Didalam kehidupan rohani, jiwamu harulah mengejar cahaya ilahi dan badanmu haruslah mengejar air untukmemelihara kehidupanmu. Yang kedua, tumbuh-tumbuhan yang tumbuh pertama kali dari bijinyan dia akan belah menjadi dua, yang merupakan gambaran dari pada hidup ini, yang di pengaruhi oleh dua kekuatanruwabineda siang dan malam yang tak bisa terpisahkan. Setelah kau memahami pengaruh ruwabineda ini dengan sempurna. Tumbuh-tumbuhan itu akan menumbuhkan daunnya menjulur keatas memuja tuhan inilah yang disebut dengan lingga. Dua belahan biji dari pada tumbuh-tumbuhan inilah yang disebut dengan yoni. Lingga dan yoni ini bersatu didalam sebuah suwatu inti kehidupan muncul keatas mencari matahari ibaratkan mencari ujungnya lingga dan tumbuh kebawah mencari dasarnya lingga. Sampai matipun tumbuh-tumbuhan itu tidak mengenal hal seperti itu. Dari sifat tumbuh-tumbuhan ini untuk memelihara kehidupanmu engkau perlu hayati dimanapun tumbuh-tumbuhan itu tumbuh disana juga di menjatuhkan daunnya. Dimana engkau mendapatkan kemakmuran, kesejahteraan, pengetahuan, dan kesehatan, disanalah engkau memelihara hidupmu, disanalah engkau berbakti, dan memujanya. Dimanapun tumbuh-tumbuhan itu tumbuh disana dia berbuah. Buah, daun, dan bunganya itu tidak pernah untuk dirinya tetepi dipersembahkan untuk sang pencipta, sang pemelihara yaitu manusia itu sendiri, sang pemelihara tanah itu sendiri, dan sang pencipta tuhan itu sendiri yang berada pada setiap mahluk hidup. Dia persembahkan buah, bunga, dan, daun itu untuk kehidupanmu. Bila engkau menghayati kepribadian suci dari pada tumbuh-tumbuhan ini, maka engkau akan mengenal lingkungan hidupmu dengan baik, engkau akan bisa menghayati mendalami kerohhanian itu dengan sempurna. Oleh sebab itulah sebagai perantara dirimu memuja tuha orang-orang suci di jaman dulu memilih kayu, tumbuh-tumbuhan, pohon yang besar-besar itulah dipergunakan sebagai simbul-simbul ketuhanan yang mengantarkan batin dan jiwamu menemukan tuhan itu sendiri. Bagai mana engkau sebagai manusia ini mampu menjadikan dirimu simbul keilahian, mampu menjadikan dirimu lingga dan yoni yang selalu mengejar cahaya dan selalu turun kebawah, merupakan suwatu keseimbangan hidup yang abadi yang harus kau hayati dengan baik para bakti sekalian.
Yang kedua yaitu tata surya, tata surya akan selalu bersinar dan akan selalu teratur pada tempat dimana dia ditempatkan, yang selalu melaksaanakan kewajibannya memberikan cahaya, dari sini engkau bisa menghayati kehidupan rohhani diantara sesamamu. Tak ada tata surya satupun yang akan berbenturan diantara saudara-saudaranya, begitu juga kalau engkau memahami kehidupan tata surya engkau sebagai manusia tidak seharusnya engkau bersentuhan antara manusia satu dengan manusia yang lainnya, karena masing-masing memiliki suwadarma, karena masing-masing memiliki paridarma, karena masing-masing menghayatidan memahami kewajibannya barang siapa yang selalu berbenturan dengan orang lain dia adalah orang yang tidak memahami kewajibanya, yang tidak memahami suwadarmanya, yang tidak memahami paridarmanya, mana kewajiban untuk dirisendiri dan mana kewajiban untuk orang lain. Pada malam hari tata surya itu memancarkan dan memnatulkan cahaya bila engkau hayati seperti itu jadikanlah dirimu pemantul cahaya keilahiantuhan. Tuhanmemancarkan cahaya pada kalian dan pancarkanlahcahaya itu untukmenerangi dirimu dan orang lain serta sinarilah alam semesta ini dengan cahaya kesucianmu pilihlah tempat yang tepat untuk melakukan suwatu pengabdian pilihlah tempat yang tepat yang berguna dimana semestinya engkau melakukan pengabdianmelakukan kewajiban dengan sebaik-baiknya sesui dengan kemampuanmu. semakin besar tata surya itu semakin dikelilingi oleh bintang-bintang tata surya yang lainnya semakin besar kehidupan rohhanimu disekitarmu akan banyak orang-orangyang membutuhkan penerangan jiwa dan pengayoman kepada kalian.
Yang ketiga adalah udara, udara ini amat penting harus engkau hayati bila engkau menghayati udara. Udara tidak akan pernah membedakan tempat, udara akan selalu memenuhi ruang dan waktu, udara akan tidak pernah menampakkan dirinya tetepi udara itu menunjukkan keberadaannya. Bila engkau menghayati sebagai orang suci, engkau tidak perlu menampakkan dirimu sebagai orang suci, tetepi tunjukanlah keberadaanmu dengan perbuatan baktimu, dengan selalu menunjukkan kekuatan-kekuatan untuk mengendalikan dirimu. Betapapun kencangnya udara itu dia tidak akan pernah terkalahkan oleh siapapun. Apapun yang berhadapan dengan udara yang bergerak akan roboh hancur berantakan walaupun tidak nampak. Begitu juga engkau sebagai orang-orang suci siapapun yang menghalangi kehendak sucimu haruslah engkau hancurkan, terutama penghalang dari pada kehendak suci itu adalah nafsumu. Hancurkanlah nafsumu, hancurkanlah egoistismu, hancurkanlah kebodohanmu, karna kebodohan itulah yang menghambat kesuciannmu. Udara akan mampu memberikan kehidupan sebagai orang suci, agar mampu menyalami masuk pada seluruh ciptaan ini, untuk memberikan kehidupan dengan doamu, dengan pujamu, dengan pengetahuanmu, dengan perlindunganmu, dan dengan pertolonganmu serta dengan kasihmu. Ketiga alam ini lah yang mengajarkan yang harus engkau pahami dengan seksama untuk meningkatkan setatus dirimu, setatuskejiwaan, setatus kepribadian dan setatus sosial di dunia ini.
Tanpa engkau memahami dan menghayati ini engkau sulit untuk mendapatkan pengetahuan yang ditulis di dalam kitab-kitab suci. Pengetahuan yang sejati akan ada pada sumbernya. Tentu engkau tidak memahami dan memikirkan mana sumber pengetahuan itu. Sumber pengetahuan itu adalah adapada dirinya sendiri. Kalau engkau ingin memahami pengetahuan tentang matahari ada pada matahari itu sendiri. Kalau ingin engkau mengetahui pengetahuan tentang air ada pada air itu sendiri. Kalau ingin engkau mengetahui kekuatan tentang air juga ada pada air itu. Begitu juga kalau ingin engkau mengetahui dirimu sendiri ada pada dirimu sendiri. Kalau ingin engkau mengetahui tuhan ada pada dirimu sendiri. Kalau ingin engkau mengetahui udara ada pada dirimu sendiri. Kalau ingin engkau mengetahui sifat tumbuh-tumbuhan ada juga pada dirimu sendiri. Inilah yang dikatakan oleh orang bijaksana manusia adalah mahluk yang paling sempurna, manusia adalah lingga tuhan yang paling sempurna, manusia adalah mahluk yang paling sempurna. Walaupun manusia sebagai mahluk yang paling sempurna satupun manusia itu tidak ada yang sempurna. Dari dua perkataan itu mahluk yang paling sempurna karena didalam dirimu ada segala-galanya tidak ada mahluk yang mendapatkan kesempurnaan atau sempurna karena manusia selalu ingin meningkatkan dirinya. Yang maha sempurna adalah tuhan itu sendiri. Kembali aku jelaskan kepada kalian pengetahuan itu ada pada sumbernya. Hayatilah itu apapu yang ingin engkau ketahui, pengetahuan apapun, kekuatan apapun, itu ada pada sumbernya tetepi kalau engkau membaca buku dan otakmu selalu engkau jejeli dengan kitab-kitab engkau akan mendapatkan pengetahuan yang ditulis didalam buku. Tentunya engkau tidak akan menemukan kekuatan alam semesta, kekuatan dirimu, karena didalam buku tidak ada kekuatan jiwa, karena didalam buku tidak ada kekuatan yang sebenarnya. Itu adalah petunjuk untuk mendapatkan kekuatan yang sesungguhnya belajarlah pada alam,karena alam semesta ini adalah perwujudan yang maha kuwasa. Engkau dengan mudah menghayati itu, engkau dengan mudah merenungkan itu, dan engkau dengan mudah mencarinya. Bila memiliki suwatu kesabaran dan keteguhan hati untuk mendapatkannya,
Janganlah para pemuja bosan..! di Asram ini aku menanam semua bentuk tumbuh-tumbuhan, di Asram ini aku mengalirkan Air, di Asram ini aku memasang Cahaya. Inilah pengetahuan yang perlu engkau pahami dan perlu engkau hayati. Oh makunda sumber cahaya, lingga guru sumber dari pada air yang mampu memelihara kehidupanmu, tumbuh-tumbuhan yang mengajarkan dirimu tentang kehidupan yang abadi renungkanlah itu para bakti sekalian.
Pada hari ini aku menjelaskan tentang kehidupan tetepi anugrahku menyelimuti seluruh kehidupan aku menjelaskan kemudahan hidup ini agar engkau memahami dirimu dengan sebaik-baiknya tidak menghayalkan suatu kekuatan-kekuatan yang tidak mungkin engkau gapai. Gapailah berlahan-lahan, sentuhlah disekitar dirimu, karena disekitar dirimulah tuhan yang paling dekat, dan tuhan itu yang paling sempurna adalah pada jiwamu yang suci. Terimakasi para bakti sekalian semoga pengetahuan ini akan mengantarkan dirimu ketingkat yang lebih sempurna untuk menyempurnakan jiwa dan ragamu, pengabdianmu serta baktimu.