Senin, 05 Oktober 2009

Menjelang Puncak jaman Kali Yuga 2009

Om Swastiastu

Wacana Maha Guru Sri nara dirijin 10 mei 2009

Asram Bahma Santi

Menjelang Puncak jaman Kali Yuga

Para bakti yang berbahagia, persembahan air mata kasihmu, membersikan kaki suciku. Ketulusanmu datang memuja di kaki-kaki Tuhan sangat berani sekali. Aku bangga pada pemuja. Dengan permohonan dan kesungguhanmulah pada hari ini aku datang dengan kekuatanku yang besar, sehingga jiwamu bergetar mendapatkan tempat di hatiku. Kekuatan yang besar pada hari ini adalah jawaban dari pada kebutuhan alam semesta di Jaman kali yuga ini. Tanpa dengan kekuatan yang besar tidak mungkin di jaman ini bisa mengikuti Dharma kebenaran tata susila dan adat kebiasaan yang murni dan utuh dan dirimulah salah satu yang memohon kekuatan itu. Dengan kau melakukan tapa brata, melakukan pemujaan tanpa henti dari jaman ke jaman. Aku datang dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya karena memang adalah kewajibanku untuk memenuhi dan mengabulkan semua permohonan pemuja-pemuja ku dimanapun berada. Dan dengan cara apa pun dia memuja bila pemujaan itu datang dari ketulusan hatinya ia akan menyentuh semua aspek ku. Aspek ku itu adalah diriku sendiri para bakti sekalian. Gelombang kekuatan Kali Yuga ini amatlah dahsayat. Semua Panca Maha Buta menujukan kekuatannya oleh sebab itulah aku berkewajiban untuk mengendalikan dan melindungi pemuja ku dimana pun berada.

Setiap kau ingat dengan diri ku aku datang dalam pikiran mu.

Setiap kau memuja dan menyebut namaku aku datang dengan ucapan-ucapan suci ku.

Setiap kau merenungkan nama-nama suci aku datang di dalam hatimu meberikan petunjuk apa yang semestinya kau lakukan.

Bila dirimu didalam kehidupanmu menenemukan bahaya yang mengancam keselamatanmu aku juga datang untuk menolong mu tidak ada sesuatu aktifitas mu tanpa aku ketahui para bakti sekalian.

Tapi aku tidak membatasi dirimu untuk melakukan karma. Bila kau memilih jalan yang tidak benar itu adalah urusan mu tetapi bila kau memilih jalan yang benar itu juga adalah urusan mu sendiri para bakti sekalian aku berada di semua sisi itu dan aku juga tidak akan pernah melanggar hukum itu perbuatan baik yang engkau lakukan aku akan menjawab dan engkau akan mendapatkan jawabannya kebahagiaan dan kedamaian lah jawaban semua itu. Bila perbuatan yang tidak baik engkau lakukan kesusahan, kegelisahan dan keraguraguan lah jawabanmu. Aku tidak pilih kasih diantara semua aktivitas dan karma manusia para bakti. Yang menentukan dirimu mencapai kaki tuhan adalah kebulatan pikiran, ucapan dan perbuatan mu. Namun di tengah –tengah aktivitas kehidupan manusia aku datang mengajarkan tentang kebenaran memberikan contoh tentang ketidak benaran. Pilihan itu pada dirimu aku tidak memilihkan dirimu apa yang semestinya engkau lakukan kalau engkau sendiri tidak mau mengikuti garis-garis perguruan. tapi bila dirimu mengikuti garis-garis perguruan aku akan kendalikan pikiran mu untuk melakukan kebaikan. Dan aku akan hentikan pikiranmu untuk menciptakan pikiran-pikiran yang tidak baik itulah perlindungan dan itulah kewajibanku melindungi pemuja-pemuja ku dimanapun berada. Diantara kehidupan di dunia ini pasti pada Tuhan adalah sumber segala-galanya. Diantara semua aktipitas mengabdi pada tuhanlah aktivitas yang paling mulia. Bila engkau memahami tentang hakekat kemuliaan hidup yang aku tentukan dan yang aku gariskan kenapa engkau menghentikan tindakan mu untuk melakukan kebaikan kenapa engkau menunda pikiran mu untuk melakukan kebenaran dan kebaikan

Tetapi aku menyadari semua itu para bakti sekalian kegelapan karma masa lalu mu lah yang mengantarkan semua itu pada mu. Tetapi bila engkau berjuang dan berjuang dan berjuang walaupun aku sendiri tidak menghentikan matahari tetapi aku sendiri mampu menutup sinar matahari dengan mendung yang menyejukan hatimu artinya walaupun karma buruk apa pun yang engkau lakukan di masa lalu yang semestinya engkau nikmati dimasa ini dengan engkau memuja tuhan dengan baik

Semuanya akan mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian….

Semuanya akan mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian….

Bila ada penyesalan dan bila ada kegelisahan di mata ku, bila semua itu bersuber dari pada kesucian, bila ada kedatangan dan kepergian karena aku adalah sendiri tidak ada terpisah diantara dirimu dan diriku karena aku adalah dirimu sendiri. Pahami kenalilah dan ikatlah selalu aku dalam dirimu. Engkau akan menjadi pemuja yang besar, betapa mulia dan betapa besarnya para bakti yang memuja tuhan karena dia mampu mengikat kepribadian Tuhan di dalam dirinya. Bila kepribadian itu engkau melakukan mempersembahkan karma yang baik dan bakti yang baik dirimu menjadi atma wisesa, pemuja tuhan adalah tuhan sendiri.

Orang-orang suci mengatakan Nara, Narayana itu adalah tunggal para bakti sekalian. Pergunakanlah kesempatan yang baik ini di dalam kelahiranmu untuk mengkhiri semua karma buruk yang pernah engkau lakukan di masalalu dan nikmatilah hidup ini dengan kesederhanaan di kaki tuhan karena kesederhanaan itulah yang akan membawakan kemewahan dan kemuliaan.

Bila engkau tidak berbikir sederhana engkau tidak akan pernah menemukan kemewahan.

Bila engkau selalu berpikir tentang kemewahan, kemewahan, kemewahan hanya penderitaan yang engkau alami, engkau tidak akan menemukan kemewahan itu. Engkau akan merasa sejuk apa bila engkau berada dibawa pohon para bakti sekalian. Tetapi apa bila dirimu ingin berdiri dan tinggi setinggi pohon itu sendiri engkau akan panas engkau tidak akan merasakan kesejukan itu, maka duduk bersila dan bersimpuhlah di bawah pohon, berlindunglah di kaki Tuhan

Agar engkau mendapatkan kasih,!

Agar engkau mendapatkan cinta,!

Agar engkau menemukan kedamaiana dan madu surgawi yang memberikan kehidupan dan panjang umur terhadap aktivitas bakti mu para bakti sekalian

Jadilah penyembah karena hanya penyembahlah yang mendapatkan berkah tanpa melakukan bakti dan menjadi penyembah berkah itu tidak akan datang pada mu. Dengan kemampuan mu, intelektual mu, engkau tidak akan mampu menjawab kebutuhan hidup mu, karena pikiran mu selalu mencipta dan mencipta sesuatu ingin lebih dan ingin lebih tinggi dan ingin lebih mulia dari pada orang lain. Tetapi apa bila kekuatan yang engkau miliki intelektual yang engkau miliki pengetahuan yang engkau miliki keberanian yang engkau miliki engkau persembahkan kepada tuhan maka jawabanya tidak ada kebutuhan mu yang tidak engkau penuhi tidak ada kebutuhan hidup mu yang tidak terpenuhi.

Betapa besar pun manusia di dunia ini memiliki suatu pengetahuan dan kemampuan dia sulit tanpa berkat untuk mengendalikan pikirannya, karena pikiran itu adalah memiliki tujuan yang paling atas diantara indriamu, dialah pengatur semua indria dialah penentu yang menjerumuskan indria-indriamu kepada obyek-obyek yang lemah para bakti sekalian. jadilah penyembah agar engkau mendapatkan berkah.

Berkah dari tuhan adalah jawaban dari segala-galanya………!

Kelahiran demi kelahiran manusia di dunia ini adalah untuk mendapatkan berkah, jalan untuk berkah aku bukakan kepada kalian berjalanlah walaupun pelan-pelan, namun kekuatan pikiran menuju berkah itu ada engkau akan mencapainya waktulah penentunya waktulah penentunya.

Para bakti sekalian pada hari ini aku akan ingin mengulangi kembali, mengulangi kembali masalalu bagai mana di dunia ini pernah mengalami suatu kegagalan bagaimana para dewata dan para raksasa memutar Gunung Mandara Giri untuk mendapat Amerta yang menjadi tujuan semua kelahiran di dunia ini pada hari ini dalam hari pemujaan yang besar ini aku mengajak diri mu untuk mengingat hal itu lakukan lah sungguh-sungguh dan jadikanlah dirimu dewata agar engkau mendapatkan amerta tetapi apa bila dirimu menjadikan dirimu raksasa engkau akan ditinggalkan engkau akan ditinggalkan oleh semua para dewata. Para dewata memberikan restu kemakmuran, kesejahteraan dan tuntunan untuk mencapai kaki tuhan kebahagiaan itu ada hanya pada kedamaian untuk mendapatkan kedamaian inilah engkau membutuhkan sedikit kekuatan untuk mengendalikan pikiran mu kandalikan pikiranmu jangan merasa terjerat dan dijerat oleh kekuatan itu karena kekuatan itu akana menjadikan dirimu berselera rendah di dunia ini para bakti sekalian

Terimakasi para bakti sekalian itulah yang aku sampaikan pada hari ini untuk kemuliaan dan kejayaan mu dimasa kini dan masa yang akan datang

semoga kalian bahagia, senang, gembira, datang menjadi penyembah

Sabtu, 03 Oktober 2009

TUMPEK LANDEP

-->
Om Swastiastu
Wacana Maha Guru Sri Nara Dirijin 17 Januari 2009
Puri Dahana
TUMPEK LANDEP
Pada hari ini Aku datang di tempat ini, untuk menyempurnakan tempat ini, sebagai tempat pemujaan untuk kalian semua. Karena kesempurnaan dari tempat ini sungguh memenuhi syarat sekali untuk melakukan pemujaan. Mulai hari ini tempat ini aku beri nama puri dahana artinya aku disini juga bisa memberikan pengetahuan seperti yang aku lakukan di asram. Oleh sebab itu para bakti sekalian lakukanlah bakti sampe batas keyakinan mu. Karena bakti sampai batas keyakinan itulah bakti yang sempurna, dan tetapkanlah pada hari tumpek landep untuk melakukan pemujaan pagi hari di tempat ini. Aku akan memberikan pengetahuan dan mempertajam pengetahuan di tempat ini, untuk memberikan suatu yang husus kepada kalian semua bila aku memanggilmu dan bila dirimu mau mengorbankan dirimu untuk melakukan bakti dengan sungguh-sungguh.
Kusungguhan bakti itu penting sekali, itulah yang mendatangkan anugrah. Bila engkau melakukan sesuatu tetapi yang engkau lakukan itu di warnai dengan keragu-raguan, maka kekecewaan yang sering datang padamu, harapan yang besar tidak akan menghasilkan buah, tetapi berbuah kekecewaan dan berbuah keragu-raguan. Tetapi bila dirimu betul-betul menunjukan suatu kekuatan bakti, menunjukan suatu ketulusan, walaupu dengan sangat sederhana sekalipun. Kehidupan dirimu dan baktimu akan di warnai dengan buah kebahagiaan, kesuksesan, dan tuhan datang kepadamu mengulurkan tangan dan mengangkat setatus kejiwaan mu, sehingga dirimu mencapai puncak kebahagiaan itu yang mampu untuk memberikan sinar kepada daya ingat dan pola pikir serta tindakan dan ucapanmu di dunia ini.
Pada hari ini adalah hari tumpek landep. Orang-orang bali biasanya melakukan pemujaan kepada semua senjata itu sesungguhnya adalah simbolis saja. Tetapi kebenaranya pada hari ini adalah merupakan rangkaian dari pada hari saraswati pada hari saraswati tuhan datang di pulau bali ini untuk memberikan pengetahuan setelah hari saraswati setelah pengetahuan itu datang yang membawa pengetahuan itu adalah guru setelah saraswati ada hari pemujaan guru pagerwasi bila guru telah mengajarkan pengetahuan maka pengetahuan itu akan dipertajam disempurnakanlah pengetahuan itu agar bermanfaat bagi para pemujanya pada hari tumpek landep inilah pertajaman kejelasan kesidian dari pada pengetahuan itu agar pengetahuan itu tajam bagaikan senjata untuk menghancurkan kegelapan dan kebodohan pada dirimu karena orang orang bali tidak akan mengkultuskan manusia sebagai ketuhanan dalam wujud ketuhanan maka harilah yang ditetapkan untuk melakukan pemujaan tetapi selain di bali karena orang itu mengkultuskan manusia dan manusia sebagai perantara pengetahuaan itu sendiri maka yang di puja adalah pada hari kelahiran guru itu sendiri.
Di luar negeri, di luar bali hari kelahiran gurulah yang di puja dan di peringati sebagai turunya suatu pengetahuaan tetapi kalaun di bali harilah yang di tentukan guru guru yang lahir di bali akan menyesuaikan menurunkan pengetahuan pada hari yang telah di gariskan guru akan memberikan pengetahuan pada hari saraswati dan guru datang pada hari pagerwesi dan pada tumpek landeplah kekuatan pasupati kekuatan sastra aksara itu di pertajam semua guru-guru yang lahir di bali beliau akan menyesuaikan dirinya menurunkan mengajarkan pengetahuan seperti garis yang telah di gariskan harilah sebagai patokannya bukan kelahiranya tetapi untuk kita kedepan menjadikan bali ini lebih sempurna di tempat ini dalam proses perguruan kedepan untuk kita menyambut jaman keemasan kebangkitan kebaktian itu maka akan kembali hari kelahiran guru adalah hari pembawa berkat tanpa batas kelahiran gurulah yang akan dicari gurulah yang akan memberikan petunjuk kemana kita akan melakukan pemujaan dan kapan saatnya kita melakukan pemujaan berubahan ini akan selalu terjadi terhadap suatu perubahan jaman kebutuhan kehidupan manusia dari jaman kejaman tidaklah sama kerena sudah mulai sekarang bergeser, bagai mana tumpek landep itu begitu sucinya untuk menurunkan suatu pengetahuan telah bergeser kepada wujud-wujud material bukan wujud wujud pengetahuan yang murni bukan wujud wujud janana untuk pembebasan kejiwaan tetapi sudah diarahkan kepada hari hari yang berkaitan dengan material oleh sebab itulah tuhan datang untuk memurnikan kembali pengetahuan itu dia datang dan di puja pada hari kelahirannya adalah pemujaan yang lebih besar karena guru lahir sama pengetahuan itu akan melekat pada dirinya dengan mengingat kelahiran guru memuja pada hari kelahiran guru berkah itu akan semakin dekat datang kepada diri mu karena guru memilih hari kelahiranya adalah hari yang telah di tentukan oleh dirinya sendiri hari yang penuh berkat.
Itulah yang dapat saya sampaikan pada hari ini para bakti sekalian, karena pada hari ini pemujaanya sangat penuh sekali diseluruh bali orang memuja dengan berbagai keyakinan dan persinya aku memberkati itu dengan caraku sendiri. Untuk dirimu engkau adalah pemuja yang baik, tentunya tidak hanya hari ini engkau bisa datang menghadap guru mu. Engkau telah bebas dan memiliki kebebasan untuk menghadap gurumu kapan saja engkau bisa datang bila jiwamu merasa terpanggil dan kerinduan mu datang untuk menghadap di kaki guru. Tetapi umat-umat yang lain yang tidak sebagai pemuja, dengan memuja dengan caranya sendiri, dia akan tidak bisa menghadap guru sesuai dengan keinginanya. Ingatlah para bakti sekalian, bagi para pemuja untuk datang mengajak orang yang belum sebagai pemuja, tetapi dia pemuja sesuai dengan dirinya sendiri, aku akan batasi untuk memberikan suatu pelayanan. Hanya pemuja-pemujaku yang baiklah yang aku layani 1 jam aku akan melayaninya karena pada tahun 2009 ini energy ketuhanan yang begitu besar. Bagi pemuja-pemuja yang mau melakukan penebusan dosa aku akan memberikan pelayanan sepenuhnya. Bagi para pemuja yang tidak melakukan bakti seperti cara kita, aku akan layani sesuai dengan keinginannya dengan waktu yang amat singkat itulah ketentuan hukum di tahun 2009 kedepan ini. Oleh sebab itu jadilah pemuja yang baik karena aku sendiri adalah pelayan pemuja-pemuja yang baik. Karena aku sendirilah pelayan pemuja-pemuja yang baik. Bagi yang tidak mau memuja tuhan aku bukanlah pelayanya tetapi aku adalah musuhnya ingat itu.

Senin, 28 September 2009

Jalan-Jalan Kasih

Om Swastiastu

Wacana Maha Guru Sri Nara Dirijin 10 November 2007

Asram Bhama Santhi

Jalan-Jalan Kasih

Pada hari ini kalian semua telah menyucikan dirimu dengan melantunkan kidung-kidung suci ilahi, mengumandangkan lagu suci. Nama tuhan adalah Japa Mantram yang terbaik di jaman Kali Yuga ini. Engkau tidak menyadari dengan ucapan suci yang engkau ucapkan itu, dosa-dosamu berlahan lahan hanyut lewat tetesan air matamu. Air mata yang mengalir dari dirimu yang menghanyutkan dosamu, sehingga kebahagiaan di dalam hatimu muncul berlahan-laha. Kebahagiaan ini adalah berkah yang utama di dalam kehidupan. Setiap yang hidup mencari kebahagian dengan upaya dan menguras pikiran serta berbuat. Tetapi pada malam hari ini engkau mengumandamkan nama suci tuhan, dosa yang di akibatkan oleh Panca Indriamu berlahan lahan akan lenyap. Jagalah kebahagiaan yang pernah engkau dapatkan dengan selalu berbakti kepada yang maha kuasa. Tiada jalan yang lebih indah dari pada jalan yang di tunjukkannya.

Jalan menuju kasih ilahi adalah jalan yang paling indah para bakti sekalian. Dalam keindahan ini engkau akan menghayati dan menyadari tentang dirimu. Engakau dilahirkan di dunia ini untuk mencari diri sendiri, untuk mencari diri sendiri. Bila engkau menemukan dirimu yang sejati, bila engkau menemukan kebahagian yang sejati yang muncul dari kebenaran jiwamu maka dirimu akan mudah untuk menghayati yang maha kuasa. Sifat kebenaran yang sejati ini adalah sifat yang mahakuasa yang harus engkau pahami dan nikmati di dunia ini. Hidup ini tidak memiliki nyawa dan arti serta kekuatan bila di dalam hidupmu tidak pernah menemukan kebenaran, kebahagian itu.

Latihlah dirimu…..!

Berlatih di alam semesta ini tidaklah muda para bakti sekalian manusia tidak akan pernah menemukan jalan kasih tanpa tuntunan Guru Puruhita. Di masa lalu dan di masa kini tuhan menurunkan Guru-guru suci dari jaman Reg Weda, tuhan menurunkan dirinya sendiri menjadi manusia di dunia ini untuk mengajarkan jalan menuju kakinya. Jalan tuhan ini tertutup tidak mudah ditemukan karena dirimu dibatasi oleh dosa-dosa kelahiran masalalumu. Dosa-dosa inilah yang menutupi, sehingga kebodohan itu menyelimuti dirimu. Bila dosa itu tersucikan berlahan lahan jalan terang menuju ilahi itu akan Nampak jelas para bakti sekalian. Itulah sebabnya pada hari Saraswati ini orang-orang bijaksana di masalalu kususnya di pulau dewata ini ditetapkan sebagai hari Saraswati yaitu turunnya dan mengalirnya pengetahuan suci. Bila kita bisa mengormati hari ini, mengingatnya saja, apa lagi pada hari saraswati ini kita melakukan pemujaan dengan tulus dan ketulusan hatimu, pengetahuan tentang kebenaran itu akan datang disetiap benak. Pengetahuan tentang kebenaran itu akan menuntunmu berbuat di dunia ini sehingga apapun yang engakau lakukan terbebas dari dosa. Para bakti sekalian hanya pengetahuanlah yang mampu mebebaskan umat manusia dari segala bentuk penderitaan.

“Tidak ada Upakara yang begitu besar yang mampu membebaskanya..!”

“Tidak ada Japamantra yang begitu hebat yang mampu membebaskanya..!”

Tanpa memahami rahasia pengetahuan dari Yadnya itu sendiri, tanpa mengetahui rahasia dari mantram itu sendiri. Dengan mengetahui pengetahuan, terutamanyalah pengetahuan tentang kesucian ini jiwamu akan belahan lahan terangkat di bumi ini. Jiwa yang terangkat adalah jiwa yang besar yang mampu memberikan pengertian pada seluruh perbuatanya, sehingga dunia ini akan menjadi damai. Semua umat manusia mendambakan kedamaian dia akan mengucapkan kedamaiian dia mengobarkan kebenaran. Dunia ini akan abadi sesuai dengan kehendak yang maha kuasa. Engkau semua bertanggung jawab kepada semua itu. Mulailah berlahan lahan jangan henti berdoa memuja tuhan, di jaman Kali Yuga ini.

Jaman Kali Yuga ini adalah jaman yang begitu berat para bakti sekalian, sifat-sifat raksasa yang pernah terlahirkan di masa lalu semuanya menjadi dan menambah kekuatanya di jaman Kali Yuga berlipat ganda. Kekuatan raksasa itu akan bersemayam didalam hati dan pikiranmu para bakti sekalian. Di jaman Kali Yuga ini raksasa tidaklah mengambil wujud yang utuh di permukaan bumi ini, tetapi para raksasa-raksasa itu akan meminjam dirumu untuk melakukan kegiatanya menghancurkan darma di dunia ini. Maka manusialah menjadi tempat sarangnya raksasa bila di tidak bisa memisahkan dirinya dengan kekuatan itu. Cara untuk memisahkan hal inilah makanya pujalah tuhan dengan sebaik baiknya, karena raksasa itu amat takut dengan getaran kesucian. Agar tidak bersemayam di dalam pikiranmu, agar pikiranmu tidak di perintah oleh selera-selera rendah yang menghancurkan dirimu sendiri, dan alam semesta ini. Kekuatan raksasa itu memurti pada setiap tempat. Para bakti sekalian raksasa ini haus darah, dia ingin menghancurkan darma di dunia ini. Sehingga perlu engkau sadari di mana-mana terjadi kehancuran, di mana-mana terjadi kemerosotan moral, di mana-mana darah bergelimbangan, nyawa manusia hancur setelah dia meninggalkan badanya raksasa itu akan tertawa terbahak bahak. Darah mengalir di dunia ini sehingga alam semesta ini menjadi kering, sehingga alam semestaini tidak nyaman, sehingga alam semesta ini di kotori oleh darah-darah yang penasaran itu. Sucikanlah semua alam semesta ini dengan selalu mengidungkan kidung suci di manapun engkau berada. Lakukanlah perbuata- perbuatan yang menuju kebenaran, menuju ilahi, menuju kemurnian jiwamu yang paling dalam para bakti sekalian.

Pada hari ini karena dirimu telah di sucikan oleh ucapan itu aku datang memberkati dirimu memberikan kekuatan kepadamu duduklah dengan baik para bakti sekalian pasrahkanlah dirimu kosongkanlah dirimu luruskanlah tulang punggungmu.

Om Nama Siwaya

Om Namo Narayanaya

Om Namo Budhaya