Jumat, 25 September 2009

SANTI ASIH

Om Swastiastu

Wacana Maha Guru Sri Nara Dirijin 20 Juli 2007

Asram Sutha Bhama Santhi

SANTI ASIH

Pada hari ini adalah hari rangkaian dari pada puncak pemujaannya, ucapan syukurmu tentang kehadiran guru telah disaksikan oleh seluruh dewata. Bahwa bakti yang sesungguhnya adalah bakti yang mampu melayani guru. Melayani guru artinya melaksanakan ajaranya dengan baik, melayani guru melaksanakan tugas darma dan kebenaran dengan sempurna, melayani guru adalah mengikuti ucapanya, melayani guru adalah bermeditasi pada wujud guru. Dari semua hakekat pelayanan itu salah satunya adalah melakukan pemujaan bersama sama kepada yang maha kuwasa. Memuja tuhan dengan baik atas petunjuk guru itu juga sesungguhnya adalah melayani guru keberadaan yang maha kuwasa yang paling deket dengan umatnya adalah kepribadian tuhan sebagai guru.

Bila tuhan mengajarkan pengetahuan di dunia ini beliau memilih untuk menjadi guru, ini dibuktika dengan kelahiranya kedunia ini sebagai manusia. Semua manu, para nabi itu adalah kelahiran keilahian sebagai manusia. Weda Wiyasa pendahulu, dia sendiri adalah dia, agastia, markandeya, walmiki, waraha, Parasurama, krisna, Buddha, sri Rama sendiri itu adalah kepribadian tuhan dalam bentuk manusia. Untuk menyelamatkan umat manusia dan aktivitas kehidupan manusia di dunia. Tuhan pastilah mengambil wujud manusia Karena denga wujud manusia tuhan dengan mudah diterima diantara manusia, manusia akan mudah untuk melakukan komunikasi dalam proses mencari suatu kebenaran, sesungguhnya manusia tidak akan pernah paham tentang Darma dan Weda tanpa beliau sendiri berada ditengah tengahnya untuk meluruskan ajaranya yang telah beliau turunkan dimasa yang lalu. Turunnya pengetahuan suci Weda tidaklah turun serentak sekaligus begitu saja. Disetiap kelahiran kekuatan ilahi mengajarkan tentang Weda, mengajarkan tentang kebenaran. Dari kebenaran dan kejadian yang telah datang ke dunia inilah, dicatat, dirangkum, disusun kembali dan diingat kembali dari berbagai kelahiran itu menjadilah kitab suci Weda.

Tentunya semua isi kitab suci Weda itu merupakan suatu kebenaran yang telah di uji coba beribu ribu tahun, kebenaran demi kebenaran yang datang dari setiap kelahiran ilahi itu telah dipraktekkan di dunia ini, untuk menyelamatkan umat manusia, diajarkan kepada manusia dan diberikan contoh oleh beliau sendiri bagaimana cara melakukanya. Inti dari semua kekuatan itu adalah untuk mengajarkan manusia mendekatkan diri dengan sumbernya.

Pengembalian proses lahir dan mati reinkarnasi ini adalah proses untuk mencari kebenaran dan kemurnian jiwa, karena sang jiwa yang terlahirkan berasal dari sang maha jiwa. Proses kelahiran inilah yang menyebabkan kehidupan yang beranekaragam, yang menjadikan hukum ini berarti di dunia ini. Proses kelahiran inilah yang menjadikan dan menggerakan seisi alam semesta ini. Oleh sebab itu proses kelahiran ini, yang berulang ulang ulang kedunia ini bagaikan roda pedati yang selalau berputar, yang mengantarkan kita sampai pada tujuannya. Dari dia oleh dia dan untuk dia.

Bila ini telah disadari oleh umat manusia maka dia akan selalu menghormati suatu kelahiran, menghormati suatu kelahiran salah satunya adalah menghormati aktivitas ketuhanan, aktivitas ketuhanan bagaikan roda pedati yang berputar dan dirimu adalah berada di dalam putaran itu caranya menghormati suatu kelahiran adalah ikutilah perintah guru, ikutilah ajaran kitab suci Weda yang telah diuji kebenaranya beribu ribu tahun yang lalu. Tidak ada satupun syair yang tertulis dalam kitab suci Weda itu yang tidak di uji kebenaraanya, dari semua kejadian dari semua perintah tuhan itu, itu telah membuktikan untuk menyelamatkan kita dan alam semesta bisa ada seperti saat ini.

Semua aturan kelahiran di atur dalam kitab suci Weda, hamba diatur dalam kitab suci Weda, untuk melakukan penebusan dosa dan kesalahan diatur dalam kitab suci Weda, ini telah di buktikan oleh Brahma Resi di masa lalu seperti Wiswamitra itu sendiri, seperti Ratnakara itu sendiri, Walmiki, beliau menguji coba kebenaran itu bagaimana di melakukan aktivitas kehidupan rohhaninya dengan mengikuti petunjuk petunjuk dari orang suci dalam proses melakukan penebusan dosa, dan itu terjadi pada dirinya sehingga di mencapai kesempurnaan dengan gelar Brahma Resi, sehingga di mencapai kesempurnaan untuk mencapai penerangan sang jiwa mampu mengingat dan mencatat semua kejadian kehadiran Tuhan Sri Rama ke dunia ini yang menjadikan Itiasa. Tanpa memiliki pengetahuan dan kecerdasan serta kecemerlangan serta penerangan jiwa yang sempurna tidaklah akan mungkin untuk mencatatkan semua kejadian kebenaran itu, kejadian kebenaran adalah kejadian yang sungguh sungguh terjadi, walaupun aktivitas kehancuran itu yang sesungguhnya kehancuran itu amatlah mengerikan, tetapi catatan tentang kehancuran itu adalah kebenaran, kebenaran inilah di beri istilah oleh orang orang suci Itiasa.

Untuk menghayati kehidupan dan mencari contoh kehidupan dari jaman kejaman dengan membaca, memahami dan memperatekkan Itiasa Purana kita akan mencapai pengetahuan yang sempurna. Pengetahuan sempurna adalah pengetahuan pada obyek itu sendiri, untuk mendapatkanya kita harus melakukannya. Perbuatanlah Penentu terakhir dari semua aktivitas proses berpikir, perbuatanlah yang menentukan terakhir menjawab dari semua proses aktivitas bicara. Berpikir berbicara merupakan proses awal untuk mendapatkan jawaban yang sesungguhnya, tindakan itu amatlah penting para bakti sekalian. Bila engkau berpikir positif dan mengatakan kebenaran lakukanlah kebenaran itu, bila engkau berpikir untuk menolong orang, lakukanlah, tolonglah orang itu karena pertolongan inilah yang akan mendatangkan dan menentukan jawaban dari pada proses itu. Tidak ada satupun dari pada suatu perbuatan itu yang tidak dicatat oleh suatu kebenaran, dan tidak satupun perbuatan itu yang tidak berpahala, semuanya berpahala. Pahala inilah yang menentukan dan memberikan gambaran tentang kelahiran hidupmu, dan jawaban untuk kelahiran berikutnya. Bila engkau mengumpulkan kebenaran itu dengan sempurna, engkau memiliki kebenaran dan mengarah dengan petunjuk petunjuk orang suci dan guru maka jawaban yang paling sempurna engkau tidak akan terlahirkan lagi kedunia ini karena berahir sudah.

Keajaiban suatu kebenaran yang di lakukan adalah menyatu dengan tuhan, keajaiban dari pada suatu perbuatan yang tidak baik di lakukan adalah terlahirkan lagi kedunia ini. Lahirnya kedunia ini tidak semestinya harus lahir sebagai manusia, tetapi mendapatkan kelahiran yang lebih nista lagi. Maka kelahiran itu tidak akan bisa menyentuh pengetahuan suci, Itu adalah keburukan yang besar, itu adalah musibah yang besar dari pada setiap kelahiran, yang paling berhak untuk mendapatkan pengetahuan kitab suci Weda di dunia ini adalah manusia, karena manusia adalah wujud kelahiran yang paling sempurna dari semua bentuk kelahiran. Itulah aku jelaskan kepadamu hormatilah kelahiran itu, jangan sampai dalam kelahiran ini engkau tidak memahami Weda dan melaksanakan Weda itu berarti engkau tidak menghormati kelahiran mu.

Dilahirkan sebagai manusia engkau telah memiliki suatu hak yang begitu besar untuk menikmati Weda, hak yang begitu besar untuk menghadap tuhan yang paling pertama kali, karena ucapanmu akan bias memanggil kemaha kuasaan tuhan, karna perbuatanmu bias memangil kemaha kuasaan tuhan, dengan usia kelahiran itu yang amat terbatas janganlah engaku tunda untuk memahami dan melakukan isi isi kitab suci itu, kalau engkau menunda melakukannya berarti keterlambatanmu, berarti engkau tidak menghormati kelahiran dan tidak menghormati gurumu sendiri. Sujud di kaki guru bukan itu yang merupakan hormat kepada guru itu adalah bagian dari pada sikap hormat kepada guru, karena menyentuh kaki guru dengan ketulusan hati, sesunggguhnya memiliki makna engkau telah siap melayani kehendaknya.

Bila setelah engkau pergi dari tempat suci engkau tidak melayani pengetahuan engkau tidak melayani kitab suci Weda dan tidak melayani dari pada kehendak maha guru untuk melakukan suatu kebenaran di dunia ini, hidupmu di liputi oleh kegelapan semata mata para bakti sekalian, tidak ada yang lebih tajam yang lebih indah di dunia ini selain ketemu dengan kepribadian keilahian guru. Usahakanlah melakukan penebusan dosa dengan sebaik baiknya agar keilahian kepribadian guru dapat engkau temui dan simpanlah sebagai obyekmu untuk melakukan pemujaan. Bila engkau telah menemukan kepribadian guru didalam hidupmu ini bermeditasilah kepada kepribadian itu karena itu adalah hak mu. Itulah Arcanam yang paling sempurna yang harus engkau dapatkan, sebelum engkau menemukan keperibadian keilahian guru berarti dirimu belum memiliki suatu keyakinan yang luar biasa, belum memiliki suatu pengetahuan kitab suci Weda, belum berarti engkau menemukan tuhanmu sendiri, dan belum engkau mendapatkan hakmu didalam baktimu.

Engkau memiliki hak yang sama oleh sebab itu perjalanan hidup manusia yang tidak sama. Bila engaku ingin datang ketempat ini, semua yang datang di tempat ini memiliki tujuan yang sama, tetapi tempatnya yang tidak sama, perjalanan hidupmulah yang tidak sama. Engkau sendirilah yang memahami semua itu untuk mengukur kepribadianmu, untuk mengukur baktimu dan membatasi dirimu. Batasilah untuk melakukan sesuatu yang menghancurkan dan merugikan dirimu, batasilah dirimu untuk malakukan yang tidak menghormati kelahiranmu. Setelah engkau menemukan keperibadian itu engkau akan mendapatkan penerangan yang sempurna di dalam hidup ini, itu adalah batas akhir dari pada seluruh aktivitas bakti di dinia ini, yaitu menemukan sifat keilahian Maha Guru yang disebut dengan Sad Guru. Menemukan keilahian Guru sama artinya engkau mendapatkan Darsan yang maha kuasa.

Wujud yang maha kuasa yang paling dekat dengan umat manusia adalah keilahian guru. Hanya pada Gurulah engaku akan mampu melihat sifat keilahian itu, hanya pada Gurulah engkau mampu menghayati apa semestinya yang engkau lakukan di dunia ini. Karena guru yang di pilih oleh yang maha kuasa merupakan tugas yang harus engkau jabarkan para bakti sekalian. Lakukanlah perenungan dengan sebaik baiknya, isilah waktu kosongmu untuk melakukan penebusan dosa agar jiwamu di antarkan dekat dengan kaki ilahi Guru. Tumpahkanlah seluruh air mata mu, air mata kegelisahan, air mata kerinduan, air mata kebahagian, agar dirimu tersucikan oleh air mata itu, agar semua yang ada di dalam dirimu lenyap, engkau menjadi kosong suci murni, disanalah Guru akan datang dengan kepribadiannya. Terimakasi para bakti sekalian, dengan menemukan keperibadian Guru barulah engkau akan bias menikmati hidup yang disebut dengan SANTI ASIH dan JIWA SANTI.

Terimakasi semoga engkau bahagia

jalan terbuka lebar untukmu

matahari telah terbit bangunlah para bakti sekalian

jangan biarkan matahari itu bersinar tanpa engkau nikmati sinarnya.

Sekali lagi para bakti sekalian ucapan sucimu merupakan tuntutan dari pada bakti mu.

Kamis, 03 September 2009

Jalan-Jalan Bakti

Om Swastiastu

Wacana Maha Guru Sri Nara Dirijin 20 April 2008

Di asram Klungkung

Asram Bhama Santhi

Jalan-Jalan Bakti

“Kebenaran jiwamu telah menyentuh kaki suci ku,”

“Kesungguhan baktimu telah engkau wujudkan dengan kehadiranmu memuja tuhan,”

“Kebenaran ucapanmu telah engkau wujudkan dalam tindakan kehidupanmu,”

Berarti dirimu semua sudah mengikuti garis perguruan aku datang membukakan sungai yang lebar, dengan air yang tenang untuk engkau lalaui menuju samudra ilahi. Barang siapa yang bisa merasakan kebaghagiaan di dalam aliran sungai itu, itu adalah pemuja yang sungguh-sungguh meyakini guru dan meyakini tuhan.

Bila para bakti semuanya masuk di dalam aliran sungai ilahi ini masih merasakan panas dan dingin, masih mengejar samudra dengan keinginan dan melawan arus air itu sendiri, itu adalah kekeliruan besar.

Sungai yang besar akan mampu membawa benda apapun ke samudra. Bagai mana di dalam aliran sungai yang besar ini dirimu bisa tenang, bisa menikmati kebahagiaan dan pada akhirnya engkau akan sampai pada samudra ilahi. Tetapi bila engkau melawannya dengan nafsu mu, dan keserakahanmu untuk cepat-cepat sampai, berarti dirimu menghabiskan energi. Karena energimu tidak cukup menggapai kaki tuhan, tidak cukup.

Kepasrahan dan keiklasan ini penting, pengorbanan lebih penting. Tanpa pengorbanan dirimu tidak akan pernah merasakan baktimu, apapun yang engkau persembahkan kepada tuhan, sesungguhnya itu adalah tindakan untuk melepaskan diri dari ikatan. Itulah pentingnya tuhan turun kedunia mengajarkan bagai mana caranya untuk melakukan yadnya. Oleh sebab itu di mana tempat-tempat suci, tempat orang suci memuja tuhan, para Resi, para Begawan di masa lalu hingga kini beliau selalu menyalakan api keabadian didalam dirinya dan di luar dirinya.

Api keabadian alam semesta adalah Dewa Surya, Matahari itu sendiri. Di dunia ini bagi orang suci, api keabadian itu adalah Homayadnya atau Homakunda. Di dalam dirimu api keabadian itu adalah ibu sakti kundalini, energinya Parama Atman. Ini yang harus engkau pahami baik-baik. Kalau di alam besar engkau memuja tuhan, engkau memuja Dewa Surya. Segala persembahan engkau persembahkan ke pada Dewa Surya. Tetapi tuhan yang lebih dekat engkau persembahkan segala persembahanmu, material, doa, mantram kepada Homayadnya. Tetapi kebahagian yang datang dari luar, makanan, minuman, hasil pandangan, dan pendengaran itu engkau persembahkan kepada api didalam dirimu sendiri, untuk menuju kebahagiaan jiwatman. Kemanunggalan inilah di sebut dengan bakti yang universal.

Pahamilah matahari yang selalu melaksanakan tugasnya tanpa henti, walaupun mendung sekalipun. Pahamilah Homakunda yang selalu melakukan kewajibanya, apapun dipersembahkan dia akan membakar habis untuk dipersembahkan kepada yang maha kuasa lewat asap yang dia timbulkan. Begitu juga kepada dirimu, appun yang datang kepada dirimu suka, dan duka yang merupakan lingkaran kehidupan di dunia ini, engkau persembahkan, bakarlah semua itu sebagai persembahanmu kepada sang jiwa. Tumbuhkanlah kebahagiaan di dalam diri masing-masing dengan melakukan pengorbana yang tulus dan iklas.

Memahami keberadaan tentang kejiwaan ini amatlah penting para bakti sekalian. Bila dirimu tidak memahami dengan hakekat kejiwaan, maka dirimu akan menjadi terombang ambing oleh lautan ilahi yang bekerja tanpa henti. Orang yang memasrahkan diri kepada tuhan, dia ibaratkan seperti ikan di samudra. Betapa gelombang besarpun yang ada disamudra itu, dia tidak akan perduli, tidak akan pernah pusing, dan tidak pernah akan mabuk olehnya. Itulah tanda tanda kepasrahan yang tinggi para bakti sekalian.

Tetapi kalau kita baru saja kena suatu masalah yang sesungguhnya guru datang kepadamu, untuk menguji ke tabahan, ke iklasan dan kesungguhanmu sebahgai pemuja, keluhanmu lebih besar dari pada rasa baktimu. Engkau akan merasa begitu ringan, kakimu melangkah menuju tempat suci. Bila masalah itu datang kepadamu, engkau ingin begitu cepat-cepat menghadap guru mu, bila masalah yang begitu besar datang kepadamu. Tetapi kenapa engkau tidak pernah datang untuk memohon pengetahuan kepada gurumu, dan kepada tuhan. Sedangkan semua masalah itu akan diatasi oleh pengetahuan yang engkau dapatkan.

Pengetahuanlah yang membebaskan dirimu dari segala bentuk penderitaan di dunia ini, pengetahuaan. Kejarlah pengetahuaan itu, guru memberikan pengetahuan dalam segala bentuk, dalam segala hal. Tidak hanya pengetahuan itu aku berikan lewat ucapan, wejangan, dan sabdaku saja. Tetapi aku memberikan kerja, Karma Yoga kepadamu. Untuk mendapatkan pengetahuan tentang Karmin. Orang-orang melakukan dan mempersembahkan dan berkorban untuk kerja. Dirinya sendiri sebagai persembahan kepada tuhan. Kerja untuk tuhan, kerja untuk semua umat manusia kepada tuhan, ini juga pengorbanan yang besar. Sehingga di akan mencapai puncak ke ilahianya dengan gelar Karmin. Karmin Yoga dia menghubungkan diri lewat kerja.

Tetapi bagi orang yang mampu mengabdikan pengetahuanya bagi umat manusia untuk kesejahteraan isi alam semesta ini dia akan menjadi Janani, Janana Yoga. Lewat pengetahuan dia mendekatkan diri dengan tuhan, Tetapi tanpa pengetahuan, dia melakukan sikap dan menunjukan rasa bakti kepada tuhan, menunjukan rasa bakti kepada guru, dan sesamanya, dengan penuh perasaan Santi, dia ini adalah bakti yang sungguh-sungguh. Karena dia menunjukan suatu pelayanan yang murni, dengan ketulusan jiwanya. Di manapun dia berada itu adalah pintu-pintu untuk masuk menuju sungai yang besar, sungai ilahi, menuju samudra ilahi. Tanpa lewat pintu-pintu itu engkau tidak akan mungkin bisa menggapai kaki tuhan. Tidak akan mungkin. Karmin, Janana Yoga, Raja Yoga dengan melaksanakan tapa berate, melaksanakan upawasa, dan melaksanakan pengendalian indria, dengan sungguh-sungguh. Raja Yoga ini juga merupakan salah satu pintu menuju itu.

Bila dirimu telah memahami dan telah mendapatkan suatu titik kesadaran di dalam dirimu, bahwa makanan yang tidak baik, makanan yang baik. Janganlah engkau pilih yang tidak baik, engkau akan sirnah oleh kekuatan itu. Kesucianmu akan tenggelam, tetapi nafsumu akan merajalela meliputi dirimu. Engkau akan merasa mendapatkan segala-galanya di dunia ini atas hasil karya mu. Sehingga engkau ingin hidup untuk kesenangan dari pada hasil karya itu, itu keliru besar para bakti sekalian. Engkau kerja di dunia ini bukanlah untuk memenuhi nafsumu, tetapi adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup mu mencapai suatu kebebasan.

Orang-orang bijaksana di dalam kitab suci mengatakan “kejarlah materi dengan seratus tangan mu, dan tolonglah umat manusia dengan seribu tanganmu” ini memberikan suatu arti kepada kita. Kita tidak boleh boros di dalam hidup, kita tidak boleh menghambur-hamburkan harta yang kita dapatkan dari tuhan, itu bukan milik kita para bakti sekaliaan. Semua yang ada di dunia ini bukanlah milikmu, semua yang ada di dunia ini, semuanya adalah milik tuhan. Di ijinkan untuk dirimu mempergunakan di dalam kebutuhan hidup ini untuk mencapainya. Kalau begitu banyaknya, hakekat isi alam semesta ini yang ada di sekitar hidupmu, engkau tidak bisa mempergunakannya mencari tuhan ini adalah kekeliruan besar para bakti sekalian.

Andaikata alam semesta ini tidak ada apa apanya, apa yang engkau pergunakan untuk mencari tuhan. Sedangkan di sini semua terpenuhi kebutuhan untuk serana bakti, untuk sarana pengorbanan, untuk sarana segala-galanya kegiatan itu sudah disediakan di alam semesta ini. Semuanya alam semesta itu tersenyum untuk melayani dan membantu dirimu mencari tuhan. Seperti apa yang terjadi pada hari, ini tumbuh-tumbuhan, binatang, semuanya mereka tulus dan siap membantu dirimu memuja tuhan dan mencari tuhan. Tetapi orang-orang semuanya tidak menyadari hal itu. Kalau aku ibaratka seperti orang naik kereta, dirimu sudah ada di dalam kereta, kenapa semua beban yang engkau bawa, engkau junjung dan kau junjung, alangkah kelirunya dirimu, letakkanlah semua beban itu dan nikmatilah perjalanan di dalam kereta itu. Tujuan itu akan tercapai dengan pikiran, kesehatan, dan ketenanganmu. Akan engkau dapatkan.

Dijaman Kali Yuga yang telah mendekati puncak Kali Yuga ini berhati-hatilah kekuatan Kali Yuga tidak akan memilih orang, tidak memilih pangkat, tidak memilih profesi, tidak memilih kaya dan miskin, yang dia takuti adalah pemuja tuhan yang baik. Walaupun dia berpangkat tetapi dia tidak memuja tuhan yang baik. Dia akan selalu di jejali dengan kobohongan, kebohongan, dan kebohongan. Demikian juga akan selalu tumbuh di dalam pikiranya kebencian, kebencian, dan kebencian. Daunya adalah iri hati kepada sesamanya, buahnya adalah munculnya keserakahan yang berlebihan. Ingatlah para bakti sekalian

“engkau telah menemukan jalan kesucian pertahankanlah itu, “

“engkau telah bisa memilih makan tanpa daging,pertahankanlah itu”

“engkau telah bisa memilih makan tanpa daging kaki empat,pertahankanlah itu”

“engkau telah memilih tidak makan nasi, tidak makan sayur, pertahankanlah it”

Kebaikan yang pernah engkau lakukan tolonglah di pertahankan. Jangan di hancurkan bangunan yang telah tersusun rapi pada dirimu.

“Seperti orang membuat candi engkau telah menaruh pondasi yang begitu kuat,…!

“Setelah bangunan itu berdiri setengah kenapa engkau memasang bata yang begitu rapuh,..?

“Bangunan itu akan jebol semuanya…..!

“Engkau akan mengulang kembali melakukan bakti…!

“Bertahun-tahun engkau telah mampu mencapai suatu tangga, dua tiga meter tangga ilahi itu telah engkau laluwi, sekarang berpeganglah dengan baik dan berhati-hatilah..!

“Lalu kenapa engkau turun lagi ingin menginjak bumi ini…! yang penuh dengan masalah kebencian, yang penuh dengan penderitaan bagi yang tidak memiliki suatu pengetahuan.

Bila engaku tidak mampu maju tolong bertahanlah, bertahanlah. Tetapi bila engkau ingin maju lakukanlah, dengan hati-hati dan dalam garis suatu perguruan itu penting para bakti sekalian. Engkau bisa datang pada hari ini dengan panggilan jiwamu itu adalah kebenaran. Tetapi bagi orang yang ingin datang kesini, dia tidak datang berarti di menutupi kebenaran yang sejati. Masih dikalakan oleh kekuatan Tamasik di dalam dirinya sendiri. Ingatlah apabila di dalam dirimu muncul niat untuk melakukan kebaktian, apapun jenisnya jangan engkau tunda. Tetapi bila di dalam dirimu muncul niat untuk menikmati makanan yang di larang oleh agama lupakanlah, lupakanlah. Ingatkanlah semua larangan itu dan kerjakanlah tugasmu dengan baik.

Guru amat sedih sekali bila melihat pemujanya tidak pada tempatnya, disaat guru keliling menemui semua tempat isi alam semesta ini dan menemukan pemuja di tempat yang tidak sesuai dengan ajaran yang diajarkannya. Guru bukanlah marah, tetapi guru bersedih menyaksikannya, guru bersedih menyaksikannya. Tetapi disaat guru berkeliling melihat pemujanya begitu kusuk memuja tuhan, begitu tulus dan iklas dengan kesederhanaanya, guru merasa bahagai. Maka alam semesta ini pun akan sejahtera. Dengan suatu tindakan yang tidak bisa membahagiakan gurumu maka tindakanmu itu akan membuat dunia ini menjadi tidak sejahtera. Berhati-hatilah para bakta sekalian.

Sekali lagi aku jelaskan tentang rahasia hakekat guru. Guru dari dulu hingga kini merupakan perwujudan alam semesta. Jangan engkau lupa bagai mana Krisna itu yang selalu di pangkuan Yasoda.

“Yasoda mengatakan bagai mana isi alam semesta ini..?

“Oh ibu…! isi alam semesta ini ada dalam pangkuan mu.

Bagai mana sri ganesha itu mengelilingi bumi dengan mengelilingi siwa parwati. Hakekat guru dan hakekat alam semesta sesungguhnya adalah sama para bakti sekalian.

“Bila engkau menghancurkan alam semesta, sama dengan engkau menghancurkan gurumu sendiri.

“Bila engkau melakukan suatu tindakan yang melanggar perintah guru sama dengan engkau menghancurkan alam semesta ini.

Kini aku tegaskan pada hari ini kepada para bakti sekalian. Sebelum hukum ilahiku yang tegas akan datang kealam semesta ini, untuk menegakkan dan mengoraksi setiap umat manusia yang bersungguh sungguh di selamatkan di jaman Kali Yuga ini. Berhati-hatilah tidak ada batasan guru itu jauh, dan tidak ada batasan guru itu dekat, dan tidak ada sesuatu yang mampu engkau sembunyikan dengan gurumu sendiri.

Bila engkau masih merasakan guru itu jauh, bila engkau masih merasakan guru itu tidak mengetahui apa-apa, engkau tidak akan mendapatkan pengetahuan tentang kebebasan, karena engkau menganggap gurumu adalah bodoh. Jangan nodai alam semesta ini, dan jangan nodai dirimu sendiri, karena dirimu ada di dalam gurumu sendiri, dan di dalam dirimu sendiri ada gurumu. Bila engkau melakukan suatu perbuatan yang menodai dirimu sendiri khususnya para bakti berarti dia menodai guru yang ada didalam dirinya sendiri. Ini ketegasan yang aku sampaikan kepada mu.

Para bakti sekalian kesungguhanmu telah menjadikan diriku bahagia pada hari ini, semoga alam semesta ini menjadi bahagia. Engkau telah menyelamatkanya, walaupun engkau merasakan tindakanmu kecil, tapi besar sekali artinya.

“Aku berikan contoh;

“Bila pada saat ini engkau mengetuk alam semesta ini, di suatu sisi aka ada sesuatu yang roboh.

“Bila engkau mengetuk alam semesta ini dengan emosimu di suatu sisi ada kehancuran. Berhati-hatilah. Tindakan pemuja tuhan itu tidak ada yang tidak di perhitungkan semuanya di perhitungkan.

Terima kasi para bakti sekalian,

Kuatkanlah imanmu di jaman Kali Yuga ini kuatkanlah batinmu dan baktimu agar dirimu mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan yang sejati.

Om Nama Siwa Ya

Menjelang Puncak jaman Kali Yuga

Om Swastiastu

Wacana Maha Guru Sri nara dirijin 10 mei 2007

Asram Bahma Santi

Menjelang Puncak jaman Kali Yuga

Sekarang aku datang dengan senjata Dharmaku..!

Berarti jaman Kali Yuga sudah akan segera berahir. Kita semua akan berperang menghancurkan kejahatan, menjadikan ketuhanan yang termulia di dunia ini. Umat manusia telah bangkit dengan kesadaranya tentang ketuhanan untuk menghahiri Kali Yuga ini, aku akan bekerja satu langkah lagi, langkahku ini mendekati setiap insan manusia.

Aku akan berada pada pikiran manusia, untuk menggugurkan sifat-sifat keraksasaan yang tak terpisahkan dengan manusia itu sendiri. Dengan kekuatan Ludra Murti, aku datang menyeliputi seluruh isi alam semesta ini. Tidak ada kekuatan yang akan bertahan, untuk menentangnya. Para bakta sekalian ikutilah perputaran Cakra Dharma agar dirimu tidak terlepas, dari ikatan rantai kebenaran itu sendiri. Ciri-ciri kehadiran kebesaran kekuatan ilahi untuk menghakhiri jaman Kali Yuga

“Musim tidak pada tempatnya”

“Iklim tidak sesuai dengan aturannya”

“Kehidupan manusia mendekati kesucian”

“Kehidupan manusia menghancurkan dirinya dengan kejahatan”

“Arah angin mulai berubah”

“Karena itulah proses akhir Kali Yuga.”

Dewa Siwa dengan kekuatanya, sebagai yang maha tunggal, akan membuka matanya. Itu berarti tarian Tandawa akan di kumandankan, proses perubahan inilah yang harus engkau pahami para bakti sekalian. Karena perubahan ini amatlah berpengaruh kepada kehidupanmu terhadap akal budhimu, tanpa engkau kendalikan dengan kekuatan tuhan, obyek indria dan indriamu akan terpancing mendekati kehancuran. Tetapi bila engkau kendalikan dengan kekuatan tuhan di dalam dirimu, engkau akan mampu membedakan yang semestinya engkau lakukan.

Awan telah turun mulai mendekat, itu artinya Dewa Indra telah menepuk gendarang kebenarannya, suara bising di dalam hati sering akan terjadi, kegelisahan Siwamu akan terjadi, kegelisahan umat manusia dimana-mana akan terjadi. Petir yang muncul disiang hari tanpa hujan, ini adalah suatu kekuatan yang menjadikan manusia bimbang dan ragu akan kebenaran. Proses ini menghahiri proses Kali Yuga semuanya para bakti sekalian.

Tidak ada kepastian yang mampu dijangkau oleh pikiran manusia akan terjadi pertumbuhan planet yang baru sebagai wadah, sebagai tempat, dari pada kejahatan-kejahatan manusia yang dilakukan di dunia ini. Secara material pada akhir Kali Yuga tata surya ini akan bertambah para bakti sekalian. Itu sekaligus proses penciptaan mulai di awali dari kekuatan alam yang menyatu dengan kekuatan Purusa. Muncul pengetahuan-pengetahuan baru dan kekuatan-kekuatan yang tidak mampu dijangkau oleh manusia. Ilmu-ilmu kedokteran tidak akan mampu menapsirkan dan mengamati malapetaka yang datang, ini juga merupakan awal proses pencitaan alam semesta untuk menyeleksi kebenaran.

Barang siapa di puncak Kali Yuga ini tidak menghitung harinya dengan menghayati jalan Dharma dan kebenaran dia akan dimakan oleh nafsunya sendiri. Karena kekuatan mahakala itu menguasai delapan puluh persen kehidupanmu. Sulit dirimu umat manusia untuk menyadari hal itu, hanya sinar suci Tuhanlah yang mampu menyucikannya.

“Tidak ada upakara Yadnya yang akan mampu menyucikan semua itu.”

“Tidak ada upakara Yadnya yang akan mampu memperbaiki moral manusia di jaman Kali Yuga ini”

“Tidak ada ….!”

Justru upakara Yadnya itu akan dijiwai oleh keserakahan dan sifat-sifat raksasa. Raksasalah yang beryadnya maka kehancuran akan terjadi di dunia ini, bila raksasa dengan tekun melakukan upakara Yadnya walaupun secara nyata manusia yang melakukannya tetapi kekuatan keserakahan dan ke tidak tulus iklasan serta harapan yang begitu besar itu adalah Yadnya yang di lakukan oleh raksasa. Bisakah engkau menghayati dan memahami itu. Itulah sebabnya semakin besar upacara Yadnya yang di lakukan di jaman Kali Yuga ini maka moral manusia akan semaki menurun, maka kebenaran di dalam diri manusia akan semakin lenyap.

“Buktikanlah sendiri apa kata-kataku ini…!”

Di mana keluarga itu yang selalu mengutamakan memuja tuhan, hanya dialah yang memiliki suatu kedamaian dan mengerti tentang kekuatan itu. Pengorbanan yang terjadi di dalam hakekat upakara Yadnya di jaman Kali Yuga dan puncak Kali Yuga ini. Itu artinya memperbesar api neraka para bakti sekalian. Yadnya yang dilakukan oleh orang suci, Yadnya yang dilakukan oleh raksasa namanya adalah Kama tetapi anugrahnya yang berbeda. Bila Yadnya itu dilakukan oleh orang-orang suci maka kesempurnaan jiwa manusia akan terjadi, kasih sayang akan muncul disana, terjadinya ketentraman dan kedamaian alam semesta dan kedamaian jiwa. Tetapi bila raksasa melakukan upacara dengan selalu mengorbankan seluruh binatang yang ada, meminum darah binatang, kekuatan sakti yang mengancurkan kesucianlah yang akan muncul di dunia ini, api neraka berkobar dengan besar, pintu neraka terbuka lebar-lebar.

Puspawarsa hujan bunga tidak pernah memberikan keharuman alam semesta, tetapi hujan darahlah yang menetes dari dunia ini. Bila hujan darah yang bertaburan,dari atas menyentuh alam semesta ini, semua kayangan tempat suci akan tertutup untuk mendapatkan kesuciannya. Tempat-tempat suci akan menjadi dan menimbun tumpukan harapan-harapan manusia yang tidak pasti, akan muncul doa-doa yang berselera rendah yang bersifat material. Tempat-tempat suci itu akan di tumbuhi oleh pertempuran dan pertentangan di setiap langkahnya, karena hujan darah akibat dari pada Yadnya yang dilakukan oleh raksasa para bakti sekalian.

Aku ingatkan kepada dirimu..!

Di Homakunda Dewa Brahma ini lakukanlah persembahan, jadikanlah dirimu orang suci semuanya. Dengan mampu memisahkan kepentingan-kepentingan yang menghancurkan dan menurunkan kehidupanmu. Sehingga kekuatan di Asram ini mampu mengendalikan kekuatan kesucian di alam semesta. Umat manusia yang akan dibebaskan dia akan datang satu persatu dengan kerinduannya mendekat di kaki Tuhan.

Aku amat sedih para bakti sekalian dengan sikap kehidupan yang mengarah ke pada kehancuran, itulah sebabnya pada hari ini aku memberikan tanda peringatan kepada alam semesta ini.

“Bahwa aku datang untuk siap-siap berperang…!”

“Dengan senjata Dharma dan senjata keilahian ini”

Aku akan melakukannya denga tanganku sendiri, berlindunglah para bakti sekalian. Lindungilah dirimu dangan baktimu yang tulus dan ikhlas, hanya bakti yang akan melindungi dirimu tidak ada lain. Tiada ada kekuatan mantram apapun yang mampu melindungi dirimu. Hanya bakti dan berpasrah di kaki tuhanlah engkau akan terlindung di jaman Kali Yuga ini. Ingatlah para bakti sekalian aku menerima segala tetesan air mata kasih sayangmu yang manyucikan kakiku. Engkau telah menyucikan kakiku dengan tetesan kasih sayang dan kerinduan mu.

“Aku lindungi diri mu…!”

“Aku lindungi diri mu…!”