Jumat, 25 September 2009

SANTI ASIH

Om Swastiastu

Wacana Maha Guru Sri Nara Dirijin 20 Juli 2007

Asram Sutha Bhama Santhi

SANTI ASIH

Pada hari ini adalah hari rangkaian dari pada puncak pemujaannya, ucapan syukurmu tentang kehadiran guru telah disaksikan oleh seluruh dewata. Bahwa bakti yang sesungguhnya adalah bakti yang mampu melayani guru. Melayani guru artinya melaksanakan ajaranya dengan baik, melayani guru melaksanakan tugas darma dan kebenaran dengan sempurna, melayani guru adalah mengikuti ucapanya, melayani guru adalah bermeditasi pada wujud guru. Dari semua hakekat pelayanan itu salah satunya adalah melakukan pemujaan bersama sama kepada yang maha kuwasa. Memuja tuhan dengan baik atas petunjuk guru itu juga sesungguhnya adalah melayani guru keberadaan yang maha kuwasa yang paling deket dengan umatnya adalah kepribadian tuhan sebagai guru.

Bila tuhan mengajarkan pengetahuan di dunia ini beliau memilih untuk menjadi guru, ini dibuktika dengan kelahiranya kedunia ini sebagai manusia. Semua manu, para nabi itu adalah kelahiran keilahian sebagai manusia. Weda Wiyasa pendahulu, dia sendiri adalah dia, agastia, markandeya, walmiki, waraha, Parasurama, krisna, Buddha, sri Rama sendiri itu adalah kepribadian tuhan dalam bentuk manusia. Untuk menyelamatkan umat manusia dan aktivitas kehidupan manusia di dunia. Tuhan pastilah mengambil wujud manusia Karena denga wujud manusia tuhan dengan mudah diterima diantara manusia, manusia akan mudah untuk melakukan komunikasi dalam proses mencari suatu kebenaran, sesungguhnya manusia tidak akan pernah paham tentang Darma dan Weda tanpa beliau sendiri berada ditengah tengahnya untuk meluruskan ajaranya yang telah beliau turunkan dimasa yang lalu. Turunnya pengetahuan suci Weda tidaklah turun serentak sekaligus begitu saja. Disetiap kelahiran kekuatan ilahi mengajarkan tentang Weda, mengajarkan tentang kebenaran. Dari kebenaran dan kejadian yang telah datang ke dunia inilah, dicatat, dirangkum, disusun kembali dan diingat kembali dari berbagai kelahiran itu menjadilah kitab suci Weda.

Tentunya semua isi kitab suci Weda itu merupakan suatu kebenaran yang telah di uji coba beribu ribu tahun, kebenaran demi kebenaran yang datang dari setiap kelahiran ilahi itu telah dipraktekkan di dunia ini, untuk menyelamatkan umat manusia, diajarkan kepada manusia dan diberikan contoh oleh beliau sendiri bagaimana cara melakukanya. Inti dari semua kekuatan itu adalah untuk mengajarkan manusia mendekatkan diri dengan sumbernya.

Pengembalian proses lahir dan mati reinkarnasi ini adalah proses untuk mencari kebenaran dan kemurnian jiwa, karena sang jiwa yang terlahirkan berasal dari sang maha jiwa. Proses kelahiran inilah yang menyebabkan kehidupan yang beranekaragam, yang menjadikan hukum ini berarti di dunia ini. Proses kelahiran inilah yang menjadikan dan menggerakan seisi alam semesta ini. Oleh sebab itu proses kelahiran ini, yang berulang ulang ulang kedunia ini bagaikan roda pedati yang selalau berputar, yang mengantarkan kita sampai pada tujuannya. Dari dia oleh dia dan untuk dia.

Bila ini telah disadari oleh umat manusia maka dia akan selalu menghormati suatu kelahiran, menghormati suatu kelahiran salah satunya adalah menghormati aktivitas ketuhanan, aktivitas ketuhanan bagaikan roda pedati yang berputar dan dirimu adalah berada di dalam putaran itu caranya menghormati suatu kelahiran adalah ikutilah perintah guru, ikutilah ajaran kitab suci Weda yang telah diuji kebenaranya beribu ribu tahun yang lalu. Tidak ada satupun syair yang tertulis dalam kitab suci Weda itu yang tidak di uji kebenaraanya, dari semua kejadian dari semua perintah tuhan itu, itu telah membuktikan untuk menyelamatkan kita dan alam semesta bisa ada seperti saat ini.

Semua aturan kelahiran di atur dalam kitab suci Weda, hamba diatur dalam kitab suci Weda, untuk melakukan penebusan dosa dan kesalahan diatur dalam kitab suci Weda, ini telah di buktikan oleh Brahma Resi di masa lalu seperti Wiswamitra itu sendiri, seperti Ratnakara itu sendiri, Walmiki, beliau menguji coba kebenaran itu bagaimana di melakukan aktivitas kehidupan rohhaninya dengan mengikuti petunjuk petunjuk dari orang suci dalam proses melakukan penebusan dosa, dan itu terjadi pada dirinya sehingga di mencapai kesempurnaan dengan gelar Brahma Resi, sehingga di mencapai kesempurnaan untuk mencapai penerangan sang jiwa mampu mengingat dan mencatat semua kejadian kehadiran Tuhan Sri Rama ke dunia ini yang menjadikan Itiasa. Tanpa memiliki pengetahuan dan kecerdasan serta kecemerlangan serta penerangan jiwa yang sempurna tidaklah akan mungkin untuk mencatatkan semua kejadian kebenaran itu, kejadian kebenaran adalah kejadian yang sungguh sungguh terjadi, walaupun aktivitas kehancuran itu yang sesungguhnya kehancuran itu amatlah mengerikan, tetapi catatan tentang kehancuran itu adalah kebenaran, kebenaran inilah di beri istilah oleh orang orang suci Itiasa.

Untuk menghayati kehidupan dan mencari contoh kehidupan dari jaman kejaman dengan membaca, memahami dan memperatekkan Itiasa Purana kita akan mencapai pengetahuan yang sempurna. Pengetahuan sempurna adalah pengetahuan pada obyek itu sendiri, untuk mendapatkanya kita harus melakukannya. Perbuatanlah Penentu terakhir dari semua aktivitas proses berpikir, perbuatanlah yang menentukan terakhir menjawab dari semua proses aktivitas bicara. Berpikir berbicara merupakan proses awal untuk mendapatkan jawaban yang sesungguhnya, tindakan itu amatlah penting para bakti sekalian. Bila engkau berpikir positif dan mengatakan kebenaran lakukanlah kebenaran itu, bila engkau berpikir untuk menolong orang, lakukanlah, tolonglah orang itu karena pertolongan inilah yang akan mendatangkan dan menentukan jawaban dari pada proses itu. Tidak ada satupun dari pada suatu perbuatan itu yang tidak dicatat oleh suatu kebenaran, dan tidak satupun perbuatan itu yang tidak berpahala, semuanya berpahala. Pahala inilah yang menentukan dan memberikan gambaran tentang kelahiran hidupmu, dan jawaban untuk kelahiran berikutnya. Bila engkau mengumpulkan kebenaran itu dengan sempurna, engkau memiliki kebenaran dan mengarah dengan petunjuk petunjuk orang suci dan guru maka jawaban yang paling sempurna engkau tidak akan terlahirkan lagi kedunia ini karena berahir sudah.

Keajaiban suatu kebenaran yang di lakukan adalah menyatu dengan tuhan, keajaiban dari pada suatu perbuatan yang tidak baik di lakukan adalah terlahirkan lagi kedunia ini. Lahirnya kedunia ini tidak semestinya harus lahir sebagai manusia, tetapi mendapatkan kelahiran yang lebih nista lagi. Maka kelahiran itu tidak akan bisa menyentuh pengetahuan suci, Itu adalah keburukan yang besar, itu adalah musibah yang besar dari pada setiap kelahiran, yang paling berhak untuk mendapatkan pengetahuan kitab suci Weda di dunia ini adalah manusia, karena manusia adalah wujud kelahiran yang paling sempurna dari semua bentuk kelahiran. Itulah aku jelaskan kepadamu hormatilah kelahiran itu, jangan sampai dalam kelahiran ini engkau tidak memahami Weda dan melaksanakan Weda itu berarti engkau tidak menghormati kelahiran mu.

Dilahirkan sebagai manusia engkau telah memiliki suatu hak yang begitu besar untuk menikmati Weda, hak yang begitu besar untuk menghadap tuhan yang paling pertama kali, karena ucapanmu akan bias memanggil kemaha kuasaan tuhan, karna perbuatanmu bias memangil kemaha kuasaan tuhan, dengan usia kelahiran itu yang amat terbatas janganlah engaku tunda untuk memahami dan melakukan isi isi kitab suci itu, kalau engkau menunda melakukannya berarti keterlambatanmu, berarti engkau tidak menghormati kelahiran dan tidak menghormati gurumu sendiri. Sujud di kaki guru bukan itu yang merupakan hormat kepada guru itu adalah bagian dari pada sikap hormat kepada guru, karena menyentuh kaki guru dengan ketulusan hati, sesunggguhnya memiliki makna engkau telah siap melayani kehendaknya.

Bila setelah engkau pergi dari tempat suci engkau tidak melayani pengetahuan engkau tidak melayani kitab suci Weda dan tidak melayani dari pada kehendak maha guru untuk melakukan suatu kebenaran di dunia ini, hidupmu di liputi oleh kegelapan semata mata para bakti sekalian, tidak ada yang lebih tajam yang lebih indah di dunia ini selain ketemu dengan kepribadian keilahian guru. Usahakanlah melakukan penebusan dosa dengan sebaik baiknya agar keilahian kepribadian guru dapat engkau temui dan simpanlah sebagai obyekmu untuk melakukan pemujaan. Bila engkau telah menemukan kepribadian guru didalam hidupmu ini bermeditasilah kepada kepribadian itu karena itu adalah hak mu. Itulah Arcanam yang paling sempurna yang harus engkau dapatkan, sebelum engkau menemukan keperibadian keilahian guru berarti dirimu belum memiliki suatu keyakinan yang luar biasa, belum memiliki suatu pengetahuan kitab suci Weda, belum berarti engkau menemukan tuhanmu sendiri, dan belum engkau mendapatkan hakmu didalam baktimu.

Engkau memiliki hak yang sama oleh sebab itu perjalanan hidup manusia yang tidak sama. Bila engaku ingin datang ketempat ini, semua yang datang di tempat ini memiliki tujuan yang sama, tetapi tempatnya yang tidak sama, perjalanan hidupmulah yang tidak sama. Engkau sendirilah yang memahami semua itu untuk mengukur kepribadianmu, untuk mengukur baktimu dan membatasi dirimu. Batasilah untuk melakukan sesuatu yang menghancurkan dan merugikan dirimu, batasilah dirimu untuk malakukan yang tidak menghormati kelahiranmu. Setelah engkau menemukan keperibadian itu engkau akan mendapatkan penerangan yang sempurna di dalam hidup ini, itu adalah batas akhir dari pada seluruh aktivitas bakti di dinia ini, yaitu menemukan sifat keilahian Maha Guru yang disebut dengan Sad Guru. Menemukan keilahian Guru sama artinya engkau mendapatkan Darsan yang maha kuasa.

Wujud yang maha kuasa yang paling dekat dengan umat manusia adalah keilahian guru. Hanya pada Gurulah engaku akan mampu melihat sifat keilahian itu, hanya pada Gurulah engkau mampu menghayati apa semestinya yang engkau lakukan di dunia ini. Karena guru yang di pilih oleh yang maha kuasa merupakan tugas yang harus engkau jabarkan para bakti sekalian. Lakukanlah perenungan dengan sebaik baiknya, isilah waktu kosongmu untuk melakukan penebusan dosa agar jiwamu di antarkan dekat dengan kaki ilahi Guru. Tumpahkanlah seluruh air mata mu, air mata kegelisahan, air mata kerinduan, air mata kebahagian, agar dirimu tersucikan oleh air mata itu, agar semua yang ada di dalam dirimu lenyap, engkau menjadi kosong suci murni, disanalah Guru akan datang dengan kepribadiannya. Terimakasi para bakti sekalian, dengan menemukan keperibadian Guru barulah engkau akan bias menikmati hidup yang disebut dengan SANTI ASIH dan JIWA SANTI.

Terimakasi semoga engkau bahagia

jalan terbuka lebar untukmu

matahari telah terbit bangunlah para bakti sekalian

jangan biarkan matahari itu bersinar tanpa engkau nikmati sinarnya.

Sekali lagi para bakti sekalian ucapan sucimu merupakan tuntutan dari pada bakti mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.