Om Swastiastu
Wacana Maha Guru Sri Nara Dirijin 10 November 2007
Asram Bhama Santhi
Jalan-Jalan Kasih
Pada hari ini kalian semua telah menyucikan dirimu dengan melantunkan kidung-kidung suci ilahi, mengumandangkan lagu suci. Nama tuhan adalah Japa Mantram yang terbaik di jaman Kali Yuga ini. Engkau tidak menyadari dengan ucapan suci yang engkau ucapkan itu, dosa-dosamu berlahan lahan hanyut lewat tetesan air matamu. Air mata yang mengalir dari dirimu yang menghanyutkan dosamu, sehingga kebahagiaan di dalam hatimu muncul berlahan-laha. Kebahagiaan ini adalah berkah yang utama di dalam kehidupan. Setiap yang hidup mencari kebahagian dengan upaya dan menguras pikiran serta berbuat. Tetapi pada malam hari ini engkau mengumandamkan nama suci tuhan, dosa yang di akibatkan oleh Panca Indriamu berlahan lahan akan lenyap. Jagalah kebahagiaan yang pernah engkau dapatkan dengan selalu berbakti kepada yang maha kuasa. Tiada jalan yang lebih indah dari pada jalan yang di tunjukkannya.
Jalan menuju kasih ilahi adalah jalan yang paling indah para bakti sekalian. Dalam keindahan ini engkau akan menghayati dan menyadari tentang dirimu. Engakau dilahirkan di dunia ini untuk mencari diri sendiri, untuk mencari diri sendiri. Bila engkau menemukan dirimu yang sejati, bila engkau menemukan kebahagian yang sejati yang muncul dari kebenaran jiwamu maka dirimu akan mudah untuk menghayati yang maha kuasa. Sifat kebenaran yang sejati ini adalah sifat yang mahakuasa yang harus engkau pahami dan nikmati di dunia ini. Hidup ini tidak memiliki nyawa dan arti serta kekuatan bila di dalam hidupmu tidak pernah menemukan kebenaran, kebahagian itu.
Latihlah dirimu…..!
Berlatih di alam semesta ini tidaklah muda para bakti sekalian manusia tidak akan pernah menemukan jalan kasih tanpa tuntunan Guru Puruhita. Di masa lalu dan di masa kini tuhan menurunkan Guru-guru suci dari jaman Reg Weda, tuhan menurunkan dirinya sendiri menjadi manusia di dunia ini untuk mengajarkan jalan menuju kakinya. Jalan tuhan ini tertutup tidak mudah ditemukan karena dirimu dibatasi oleh dosa-dosa kelahiran masalalumu. Dosa-dosa inilah yang menutupi, sehingga kebodohan itu menyelimuti dirimu. Bila dosa itu tersucikan berlahan lahan jalan terang menuju ilahi itu akan Nampak jelas para bakti sekalian. Itulah sebabnya pada hari Saraswati ini orang-orang bijaksana di masalalu kususnya di pulau dewata ini ditetapkan sebagai hari Saraswati yaitu turunnya dan mengalirnya pengetahuan suci. Bila kita bisa mengormati hari ini, mengingatnya saja, apa lagi pada hari saraswati ini kita melakukan pemujaan dengan tulus dan ketulusan hatimu, pengetahuan tentang kebenaran itu akan datang disetiap benak. Pengetahuan tentang kebenaran itu akan menuntunmu berbuat di dunia ini sehingga apapun yang engakau lakukan terbebas dari dosa. Para bakti sekalian hanya pengetahuanlah yang mampu mebebaskan umat manusia dari segala bentuk penderitaan.
“Tidak ada Upakara yang begitu besar yang mampu membebaskanya..!”
“Tidak ada Japamantra yang begitu hebat yang mampu membebaskanya..!”
Tanpa memahami rahasia pengetahuan dari Yadnya itu sendiri, tanpa mengetahui rahasia dari mantram itu sendiri. Dengan mengetahui pengetahuan, terutamanyalah pengetahuan tentang kesucian ini jiwamu akan belahan lahan terangkat di bumi ini. Jiwa yang terangkat adalah jiwa yang besar yang mampu memberikan pengertian pada seluruh perbuatanya, sehingga dunia ini akan menjadi damai. Semua umat manusia mendambakan kedamaian dia akan mengucapkan kedamaiian dia mengobarkan kebenaran. Dunia ini akan abadi sesuai dengan kehendak yang maha kuasa. Engkau semua bertanggung jawab kepada semua itu. Mulailah berlahan lahan jangan henti berdoa memuja tuhan, di jaman Kali Yuga ini.
Jaman Kali Yuga ini adalah jaman yang begitu berat para bakti sekalian, sifat-sifat raksasa yang pernah terlahirkan di masa lalu semuanya menjadi dan menambah kekuatanya di jaman Kali Yuga berlipat ganda. Kekuatan raksasa itu akan bersemayam didalam hati dan pikiranmu para bakti sekalian. Di jaman Kali Yuga ini raksasa tidaklah mengambil wujud yang utuh di permukaan bumi ini, tetapi para raksasa-raksasa itu akan meminjam dirumu untuk melakukan kegiatanya menghancurkan darma di dunia ini. Maka manusialah menjadi tempat sarangnya raksasa bila di tidak bisa memisahkan dirinya dengan kekuatan itu. Cara untuk memisahkan hal inilah makanya pujalah tuhan dengan sebaik baiknya, karena raksasa itu amat takut dengan getaran kesucian. Agar tidak bersemayam di dalam pikiranmu, agar pikiranmu tidak di perintah oleh selera-selera rendah yang menghancurkan dirimu sendiri, dan alam semesta ini. Kekuatan raksasa itu memurti pada setiap tempat. Para bakti sekalian raksasa ini haus darah, dia ingin menghancurkan darma di dunia ini. Sehingga perlu engkau sadari di mana-mana terjadi kehancuran, di mana-mana terjadi kemerosotan moral, di mana-mana darah bergelimbangan, nyawa manusia hancur setelah dia meninggalkan badanya raksasa itu akan tertawa terbahak bahak. Darah mengalir di dunia ini sehingga alam semesta ini menjadi kering, sehingga alam semestaini tidak nyaman, sehingga alam semesta ini di kotori oleh darah-darah yang penasaran itu. Sucikanlah semua alam semesta ini dengan selalu mengidungkan kidung suci di manapun engkau berada. Lakukanlah perbuata- perbuatan yang menuju kebenaran, menuju ilahi, menuju kemurnian jiwamu yang paling dalam para bakti sekalian.
Pada hari ini karena dirimu telah di sucikan oleh ucapan itu aku datang memberkati dirimu memberikan kekuatan kepadamu duduklah dengan baik para bakti sekalian pasrahkanlah dirimu kosongkanlah dirimu luruskanlah tulang punggungmu.
Om Nama Siwaya
Om Namo Narayanaya
Om Namo Budhaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.