Om Swastiastu
Wacana Maha Guru Sri nara dirijin 10 mei 2007
Asram Bahma Santi
Menjelang Puncak jaman Kali Yuga
Sekarang aku datang dengan senjata Dharmaku..!
Berarti jaman Kali Yuga sudah akan segera berahir. Kita semua akan berperang menghancurkan kejahatan, menjadikan ketuhanan yang termulia di dunia ini. Umat manusia telah bangkit dengan kesadaranya tentang ketuhanan untuk menghahiri Kali Yuga ini, aku akan bekerja satu langkah lagi, langkahku ini mendekati setiap insan manusia.
Aku akan berada pada pikiran manusia, untuk menggugurkan sifat-sifat keraksasaan yang tak terpisahkan dengan manusia itu sendiri. Dengan kekuatan Ludra Murti, aku datang menyeliputi seluruh isi alam semesta ini. Tidak ada kekuatan yang akan bertahan, untuk menentangnya. Para bakta sekalian ikutilah perputaran Cakra Dharma agar dirimu tidak terlepas, dari ikatan rantai kebenaran itu sendiri. Ciri-ciri kehadiran kebesaran kekuatan ilahi untuk menghakhiri jaman Kali Yuga
“Musim tidak pada tempatnya”
“Iklim tidak sesuai dengan aturannya”
“Kehidupan manusia mendekati kesucian”
“Kehidupan manusia menghancurkan dirinya dengan kejahatan”
“Arah angin mulai berubah”
“Karena itulah proses akhir Kali Yuga.”
Dewa Siwa dengan kekuatanya, sebagai yang maha tunggal, akan membuka matanya. Itu berarti tarian Tandawa akan di kumandankan, proses perubahan inilah yang harus engkau pahami para bakti sekalian. Karena perubahan ini amatlah berpengaruh kepada kehidupanmu terhadap akal budhimu, tanpa engkau kendalikan dengan kekuatan tuhan, obyek indria dan indriamu akan terpancing mendekati kehancuran. Tetapi bila engkau kendalikan dengan kekuatan tuhan di dalam dirimu, engkau akan mampu membedakan yang semestinya engkau lakukan.
Awan telah turun mulai mendekat, itu artinya Dewa Indra telah menepuk gendarang kebenarannya, suara bising di dalam hati sering akan terjadi, kegelisahan Siwamu akan terjadi, kegelisahan umat manusia dimana-mana akan terjadi. Petir yang muncul disiang hari tanpa hujan, ini adalah suatu kekuatan yang menjadikan manusia bimbang dan ragu akan kebenaran. Proses ini menghahiri proses Kali Yuga semuanya para bakti sekalian.
Tidak ada kepastian yang mampu dijangkau oleh pikiran manusia akan terjadi pertumbuhan planet yang baru sebagai wadah, sebagai tempat, dari pada kejahatan-kejahatan manusia yang dilakukan di dunia ini. Secara material pada akhir Kali Yuga tata surya ini akan bertambah para bakti sekalian. Itu sekaligus proses penciptaan mulai di awali dari kekuatan alam yang menyatu dengan kekuatan Purusa. Muncul pengetahuan-pengetahuan baru dan kekuatan-kekuatan yang tidak mampu dijangkau oleh manusia. Ilmu-ilmu kedokteran tidak akan mampu menapsirkan dan mengamati malapetaka yang datang, ini juga merupakan awal proses pencitaan alam semesta untuk menyeleksi kebenaran.
Barang siapa di puncak Kali Yuga ini tidak menghitung harinya dengan menghayati jalan Dharma dan kebenaran dia akan dimakan oleh nafsunya sendiri. Karena kekuatan mahakala itu menguasai delapan puluh persen kehidupanmu. Sulit dirimu umat manusia untuk menyadari hal itu, hanya sinar suci Tuhanlah yang mampu menyucikannya.
“Tidak ada upakara Yadnya yang akan mampu menyucikan semua itu.”
“Tidak ada upakara Yadnya yang akan mampu memperbaiki moral manusia di jaman Kali Yuga ini”
“Tidak ada ….!”
Justru upakara Yadnya itu akan dijiwai oleh keserakahan dan sifat-sifat raksasa. Raksasalah yang beryadnya maka kehancuran akan terjadi di dunia ini, bila raksasa dengan tekun melakukan upakara Yadnya walaupun secara nyata manusia yang melakukannya tetapi kekuatan keserakahan dan ke tidak tulus iklasan serta harapan yang begitu besar itu adalah Yadnya yang di lakukan oleh raksasa. Bisakah engkau menghayati dan memahami itu. Itulah sebabnya semakin besar upacara Yadnya yang di lakukan di jaman Kali Yuga ini maka moral manusia akan semaki menurun, maka kebenaran di dalam diri manusia akan semakin lenyap.
“Buktikanlah sendiri apa kata-kataku ini…!”
Di mana keluarga itu yang selalu mengutamakan memuja tuhan, hanya dialah yang memiliki suatu kedamaian dan mengerti tentang kekuatan itu. Pengorbanan yang terjadi di dalam hakekat upakara Yadnya di jaman Kali Yuga dan puncak Kali Yuga ini. Itu artinya memperbesar api neraka para bakti sekalian. Yadnya yang dilakukan oleh orang suci, Yadnya yang dilakukan oleh raksasa namanya adalah Kama tetapi anugrahnya yang berbeda. Bila Yadnya itu dilakukan oleh orang-orang suci maka kesempurnaan jiwa manusia akan terjadi, kasih sayang akan muncul disana, terjadinya ketentraman dan kedamaian alam semesta dan kedamaian jiwa. Tetapi bila raksasa melakukan upacara dengan selalu mengorbankan seluruh binatang yang ada, meminum darah binatang, kekuatan sakti yang mengancurkan kesucianlah yang akan muncul di dunia ini, api neraka berkobar dengan besar, pintu neraka terbuka lebar-lebar.
Puspawarsa hujan bunga tidak pernah memberikan keharuman alam semesta, tetapi hujan darahlah yang menetes dari dunia ini. Bila hujan darah yang bertaburan,dari atas menyentuh alam semesta ini, semua kayangan tempat suci akan tertutup untuk mendapatkan kesuciannya. Tempat-tempat suci akan menjadi dan menimbun tumpukan harapan-harapan manusia yang tidak pasti, akan muncul doa-doa yang berselera rendah yang bersifat material. Tempat-tempat suci itu akan di tumbuhi oleh pertempuran dan pertentangan di setiap langkahnya, karena hujan darah akibat dari pada Yadnya yang dilakukan oleh raksasa para bakti sekalian.
Aku ingatkan kepada dirimu..!
Di Homakunda Dewa Brahma ini lakukanlah persembahan, jadikanlah dirimu orang suci semuanya. Dengan mampu memisahkan kepentingan-kepentingan yang menghancurkan dan menurunkan kehidupanmu. Sehingga kekuatan di Asram ini mampu mengendalikan kekuatan kesucian di alam semesta. Umat manusia yang akan dibebaskan dia akan datang satu persatu dengan kerinduannya mendekat di kaki Tuhan.
Aku amat sedih para bakti sekalian dengan sikap kehidupan yang mengarah ke pada kehancuran, itulah sebabnya pada hari ini aku memberikan tanda peringatan kepada alam semesta ini.
“Bahwa aku datang untuk siap-siap berperang…!”
“Dengan senjata Dharma dan senjata keilahian ini”
Aku akan melakukannya denga tanganku sendiri, berlindunglah para bakti sekalian. Lindungilah dirimu dangan baktimu yang tulus dan ikhlas, hanya bakti yang akan melindungi dirimu tidak ada lain. Tiada ada kekuatan mantram apapun yang mampu melindungi dirimu. Hanya bakti dan berpasrah di kaki tuhanlah engkau akan terlindung di jaman Kali Yuga ini. Ingatlah para bakti sekalian aku menerima segala tetesan air mata kasih sayangmu yang manyucikan kakiku. Engkau telah menyucikan kakiku dengan tetesan kasih sayang dan kerinduan mu.
“Aku lindungi diri mu…!”
“Aku lindungi diri mu…!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.