Wacana Maha Guru Sri Nara Dirijin 08 Maret 2008
Di Asram Bhama Santhi
Renungan Akhir Tahun 2007
Dengan namanya yang maha besar AGENI………….. Kenapa kita memuja nama tuhan lewat Ageni, karena permulaan awal pemujaan yadnya yang dilakukan oleh umat manusia adalah lewat nama Ageni, Nama Tuhan Ageni ini telah di yakini oleh seluruh umat manusia dari jaman dulu. Ageni merupakan perwujudan yang maha kuasa, yang meresap pada setiap ciptaanya. Ageni yang menggerakkan alam semesta ini, menggerakan air, udara dan memberikan kehidupan kepada ciptaan Tuhan.
Pada pergantian tahun, kita di Asram ini dengan penuh ketulusan dan kesadaran memuliakan nama tuhan yang maha besar lewat Ageni sebagai Puruhita, artinya Dewa Agenilah sebagai pendeta pelaksanaan upacara ini. Nama-nama tuhan yang pernah ada di dalam kitab suci juga di muliakan pada hari ini, itu pertanda menunjukan kebesaranya karena hidup kita di dunia ini tidak hanya cukup dengan satu restu nama tuhan. Setiap nama tuhan memberikan restu yang berbeda, memberikan kuasa yang berbeda terhadap kita semua terutama pemuja pemujanya yang baik, yaitu pemuja yang telah menujukan rasa baktinya.
Perubahan selalu terjadi dari detik menjadi menit dari menit, menjadi jam, menjadi hari, bulan, dan tahun begitu juga tahun dewa itu berubah. Begitu tahun Brahman itu berubah, perubahan inilah yang membutuhkan suatu keseimbangan, untuk mendapatkan keseimbangan ini kita membutuhkan restu nama tuhan yang banyak. Di setiap perubahan itu akan terjadi proses peleburan, akan terjadi proses penciptaan, yang sesungguhnya bagi manusia yang tidak menyadari semua proses lahir, hidup, dan mati ini, maka perubahan itu kadang kadang dilihat dipandang sebagai suatu bencana. Sesunggguhnya tidaklah ada bencana di alam semesta ini, tetapi yang terjadi adalah perubahan.
Terjadinya suatu proses alam semesta untuk menjadikan kita semua lebih sempurna di pandang dari mata beliau sendiri. Kewajiban kita dengan proses perubahan inilah untuk menyadari dan menyeimbangkan. Menyadari sesadar sadarnya agar diri kita tidak dipengaruhi oleh suatu perubahan alam semesta ini, tetap kita berada pada posisi kebenaran yang di kehendaki oleh yang maha kuasa. Maka dalam perubahan tahun ini usia manusia bertambah, bertambahnya usia manusia berarti berkurangnya kesempatan hidup, inilah hukum kekekalan dan hukum keabadian. Tidak ada bertambah dan semuanya bertambah, di satu sisi bertambah di satu sisi akan berkurang, usia kita bertambah kesempatan hidup akan berkurang. Bila kita menyadari hal seperti itulah maka kita dengan motivasi kesadaran dan keyakinan lebih banyaklah berbuat kebaikan dan kebenaran yang kita sadari. Untuk kita bisa menjadikan diri inti dari pada suatu perubahan,
“inti suatu perubahan yaitu adalah pemahaman yang kekal,
“inti dari suatu perubahan yaitu mengatur perubahan itu sendiri,
“inti dari suatu perubahan yaitu memelihara perubahan itu sendiri,
Bila kita bisa mengatur perubahan itu sendiri maka kita tidak akan pernah berubah dari system perubahan itu. Bila kita bisa memelihara perubahan itu maka perubahan itu merupakan alunam melody yang indah yang menjadikan diri kita bahagia. Bila kita bisa mengatur semua itu, dan memahami semua itu, maka kekuatan tuhan semakin hari semakin engkau rasakan dan kuasa tuhan akan semakin engkau rasakan. Disinilah orang-orang yang telah memahami perubahan itu merupakan sebagai pemuja yang betul-betul memahami kehendak tuhan, yang memahami kehendak tuhan dia mampu melayanai kehendak tuhan dan bisa menjadi pengikut dewa siwa.
Perubahan ini bagi orang yang berjiwa kerdil menjadi ancaman baginya, dia akan merasa di ombang ambing oleh suatu perubahan itu. Itulah sebanya saya mengajak para pemuja pada perubahan ini untuk memuliakan nama tuhan agar terjadi suatu keseimbangan jiwa, keseimbangan kekuatan, dan memohon bersama sama. Makanya saya berkata ke padamu, lakukanlah permohonan dan pertanggung jawabkanlah permohonan itu salah satu contoh…….
“Bila engkau memohon umur mu panjang, pertanggung jawabkanlah umur yang panjang itu untuk melakukan perbuatan baik.”
“Bila engakau memohon rejeki yang berlimpah, pertanggung jawabkanlah rejeki yang berlimpah itu untuk beryadnya dan menolong sesamamu.”
“Bila engkau memohon untuk kesehatan, pertanggung jawabkanlah kesehatan itu untuk melakukan kebaikan dan memuja tuhanlah dengan baik.”
“Bila engkau memohon pengetahuan yang mengalir, alirkanlah pengetahuan itu kepada yang membutuhkan pengetahuan dan bebaskanlah umat manusia ini dari segala bentuk penderitaan karena pengetahuanlah yang membebaskannya.”
Itulah sebabnya aku garis bawahi kepada kalian semua, pertanggung jawabkanlah permohonan mu itu, agar tidak memohon sesuatu tetapi engkau tidak bertanggung jawab dari pada akibatnya, itu sesungguhnya pencuri para bakti sekalian, itu sesungguhnya yang memperkosa alam semesta ini para bakti sekalian. Kuatkanlah imanmu dan sadarilah, sesadar sadarnya kekuatan yang pernah datang pada dirimu, dan pertanggung jawabkanlah kekuatan itu untuk suatu pengabdian kepada dirumu sendiri, keluargamu, dan alam semesta. Di puncak pengabdianmu bagaimana engkau bisa mengabdi kepada Guru dan kepada tuhan.
Kita semua baru tingkat melayani dan mengabdi ke pada diri kita sendiri, belum kita bisa mengabdi dan melayani orang lain, apa lagi melayani guru.
Melayani guru adalah
"orang yang mampu menyebarkan ajaranya, "
"orang yang mampu menjaga ajaranya,"
"orang yang mampu menjaga kesucianya"
itulah sesungguhnya di dalam kitab suci yang disebut dengan pengikud dewa Siwa para bakti sekalian.
Pemuja dewa Siwa banyak ada di mana-mana, karena semua adalah pemujanya. Tetapi yang menjadi pengikutnya inilah amat sulit untuk di tentukan. Itu biasa ditentukan dari segala bentuk keriteria tentang tindakan dan perbuatan sehari-hari yang semestinya di lakukan, hayatilah itu baik baik para bakti sekalian. Semoga perubahan ini menjadikan diri mu lebih dewasa, semoga perubahan ini mampu mengentaskan kemiskinan sepiritualmu para bakti sekalian. Berjuanglah terus karena semua bersumber dari pada kemiskinan sepiritual ini.
Kehancuran dimana mana, kemerosotan moral, semuanya itu bersumber karena kemiskinan sepiritual para bakti sekalian. Banyak orang-orang yang mengentaskan kemiskinan materi tetapi tidak bisa mengentaskan kemiskinan sepiritual.
Tanpa melakukan pemujaan dengan tulus,
Tanpa berguru kepada yang mahakuasa tidak ada manusia yang mampu mengentaskan kemiskinan sepiritual.
Tetapi ini merupakan suatu sumber segala-galanya para bakti sekalian.
Kemiskinan sepiritual ini merupakan sumber segala-galanya para bakti sekalian, bila engaku mampu dan kaya pengetahuan sepiritual, tidak ada hidupmu menjadi susah dan sulit di dunia ini, engkau tidak akan terpengaruh oleh suatu perubahan tetapi engkau adalah pengatur perubahan itu sendiri dan melayani perubahan itu sendiri dengan baik. itulah yang dapat saya sampaikan pada hari ini para bakti sekalian.
Om Nama Siwayah
Om Nama budhaya
by Rusti Samu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.