Om Swastiastu
Wacana Maha Guru Sri Nara Diri Jin 20 September 2006
Asram Bahma Santi
PAGERWESI
Anak-anakku yang aku cintai dengan kesungguhan baktimu engkau telah datang, aku memanggil kalian untuk menerima pengampunanku.
“Kekuatan baktimu telah menghancurkan dosa-dosamu sendiri”
“Kesungguhanmu telah menghilangkan keragu-raguannmu”
“Keiklasanmu telah menunjukan keberanian untuk menunjukkan swatu kebenaran”
“Keteguhan hati amatlah penting”
“Kekuatan jiwa juga amatlah penting”
“Memahami kehendak kepribadian sang maha tunggal amatlah penting”
“Pengorbanan dalam suatu pemujaan adalah penting”
Engkau semua adalah anak-anakku yang aku cintai.
“Aku bukakan pintu keberuntungan bagi kalian”
“Aku tunjukkan jalan terang bagi kalian”
“Aku berikan engkau kebahagiaan dan ketenangaan kerukunan di dalam hidu berumah tangga”
“Aku berikan engkau material untuk menyambung aktivitas hidupmu”
“Aku berkati dan aku anugrahkan engkau putra yang suputra”
Semuanya itu adalah kasihku padamu. Aku tuntun engkau ke jalan bakti bagaikan matahari yang selalu terbit tanpa membedakan yang harus di berikan cahaya. Oleh sebab itu anak-anakku sekalian, janganlah engkau berteduh, bila engkau berteduh engkau tidak mendapatkan cahaya ilahi, engkau tidak akan mendapatkan cahaya matahari. Bagaimana engkau memahami kasih pancaran cahaya matahari,
“Bila engkau berteduh dengan kebodohanmu”
“Bila engkau berteduh dengan kemalesanmu”
“Bila engkau berteduh dengan keserakahan”
“Bila engkau berteduh dengan kemunapikan”
Tetapi dengan langkah demi langkah harus engkau lalui berlahan-lahan proses hidup, karena kehidupan ini menjadi kiriman bila engkau memahami suka dan duka. Kekuatan akan semaki kuat bila engkau berani meninggalkan kelemahan. Anugrah itu mengalir bagaikan air, air tidak pernah mengalir di tempat yang sama dua kali. Jangan biarkan air itu mengalir tanpa engkau dapat melakukan penyucian diri. Air menyucikan, air memelihara, air memberikan kehidupan, dan air memberikan perlindungan yang maha kuat. Kuatnya perlindungan ini beliyau yang maha kuwasa menjadikan dirinya sebagai sifat pelindung “adalah Narayana” yang memelihara seluruh ciptaan ini engkau adalah bagian dari pada ciptaan tentunya dirimu mendapatkan perlindungannya, kasihnya, cintanya, menemukan berkahnya dan menerima segala-galanya darinya, engkau yang dilindungi, engkau yang memahami kebenaran, dan mengetahui tentang jiwa yang murni dan suci. Satukanlah semua kekuatan,
“Dengan pengetahuanmu”
“Pengetahuan dengan pemahaman dan pengertiaanmu”
“Pengertian dengan kesadaranmu”
“Kesadaran dengan selalu menundukan kepala di setiap tempat engkau mendapatkan di setiap tempat engkau tidak mendapatkan”
kerena semuwanya itu adalah keseimbangan alam semesta para bakti sekalian.
Dengan menyadari segala kesalahan dan mau mengungkapkan segala kesalahan aku mencintaimu, aku menyayangimu, aku memahami,
“Karena engkau mendambakan yang terbaik”
“Karene engkau mengharapkan yang tertinggi”
“Karena engkau mengharapkan yang termulia di antara yang mulia”
“Kerena engkau mengharapkan menjadi orang-orang yang termulia dan suci”
Tindakan-tindakan orang suci dia akan selalu meninggalkan satu-persatu pakian-pakian yang melekat didalam dirinya, pakian itu adalah wasana karma, pakian yang buruk adalah perbuatan-perbuatan yang buruk, pakian yang bagus adalah perbuatan-perbuatan yang baik. Ikatan semua itu akan mempengaruhi jiwamu bila engkau merasa memakainya, oleh sebab itu aku ibaratkan dirimu dalam ikatan rantai emas dan ikatan dengan rantai besi semuanya itu memiliki suwatu kekuatan yang sama, memiliki kekuatan yang sempurna yang menjalin dirimu sehingga dirimu merasa sakit. Barang siapa yang selalu mengingat kebaikan yang dilakukan, dan barang siapa yang selalu mengingat keburukan yang dilakukan, rasa sakit itu bekas dari semua itu akan menghancurkan ketulusan dan keiklasanmu.
Hilangkan rasa cemburu yang begitu dalam terhadap sesamamu, terhadap orang lain, terhadap pemuja, dan seluruh sekalian alam. Kecemburuan ini mencerminkan ketidak iklasan. Bila menerima dengan sungguh-sungguh tidak perlu engkau merasa lebih tinggi dari orang lain, tidak perlu engkau merasa lebih memahami dari pada orang lain, tetapi yang perlu harus engkau pahami bagaimana engkau mampu menyadari dirimu dan orang lain, pemahaman seperti ini akan menghilangkan segala yang melekat yang berpengaruh buruk pada dirimu. Pekaian kebodohan akan terasa hangat pakaian yang tebal akan menghilangkan rasa dingin bila rasa dingin engkau nikmati engkau tidak akan mendapatkan cahaya pancaran matahari di muka bumi ini.
Kekuatanku bagaikan matahari menyinari semuwanya, lewat cahaya itu segalanya akan mampu terselesaikan. Diantara seluruh kehidupanmu sinara matahari itu akan mampu menjawab segala kebutuhan kehidupanmu, lewat pancaran cahay matahari engkau akan mampu menyelesaikan kehidupanmu, untuk membuatkan makanan, untuk menghangatkan tubuh, untuk menggerakkan angin, untuk membantu pertumbuhan, dan memberikan kekuatan-kekuatan yang lain, menghancurkan segala bakteri yang memberikan pengaruh negatif pada dirimu begitu besar cahaya matahari itu. Dengan memehami cahaya matahari engkau akan memahami kekuatan ilahi yang begitu besar, tanpa engkau sadari yang selalu memberikan sinar kepada bola matamu.
Yang bercahaya adalah dirimu sendiri karena engkau adalah yang mampu menyerap cahaya ilahi itu. Matamu tidaka akan mampu melihat bila kesadaranmu itu hilang, yang melihat bukanlah matamu yang melihat adalah pengelihatanmu. Pengelihatanmu ini diberikan cahaya oleh sang surya, matahari itu sendiri, siwa itu sendiri, tuhan itu sendiri, atman itu sendiri, di dalam dirimu sendiri walaupun matamu tebuka lebar, tapi kesadaranmu lenyap jiwamu meninggalkan dirimu mata itu tidak memiliki arti apa-apa. Begitu juga telingamu yang mendengar bukanlah telingamu tetapi pendengaranmu, yang merasakan setuhan bukanlah kulitmu tetapi rasa itu oleh sebab itu para bakti sekalian satukanlah pandanganmu dengan pengelihatanmu, pahamilah matamu karena matamu mampu menyalurkan pandanganmu, pahamilah telingamu karena telingamu mampu menyalurkan pendengaranmu, pendengaran-pendengaran pengelihatan dan semua yang di tanggkap oleh panca indria ini intinya adalah jiwa, intinya adalah atman, intinya adalah sang surya. Dewa surya menunjukan kasihnya yang begitu dalam kepada para pemujanya dimanapun berada para sada kepada semua ciptaannya.
Tanpa engkau memahami makna dari pada kehidupan pengetahuan, engkau akan selalu memahami kepentingan-kepentingan yang tidak beralasan yang didorong oleh rasa ingi memiliki yang begitu tinggi. Semakin besar pengaruh kekuatan pikiranmu ingin memiliki, hidupmu akan semakin beban dan semakin susah, karena memelihara amatlah sulit para bakti sekalian. Memiliki segala-galanya memeliharanya amatlah sulit yang akan menghancurkan baktimu, yang akan menghancurkan ketulusanmu, yang akan menghancurkan keiklasanmu, tetapi orang-orang bijaksana dia tidak akan merasa memiliki suwatu apa-apapun, dia adalah orang yang kaya, di tidak akan mengikat benda yang satu dengan benda yang lain, karena benda-benda di sekitarnya adalah miliknya bila engkau mengakui dua, tiga, empat, engkau ikat engkau adalah orang yang miskin dunia ini penuh dengan segala-galanya kenapa engkau hanya mengikat sebagian yang merupakan kepentinganmu, kenapa engkau harus memiliki sebagaian kecil dari semuwa itu. Oleh sebab itu dengan jiwamu tumbuh semakin besar, engkau tidak merasa memiliki, karena semuanya memang adalah milikmu yaitu sang jiwa. Bila dirimi sudah memahami bukan badan engkau adalah atman, engkau adalah segalagalanya, engkau adalah memiliki semua yang ada, dan semua yang ada merupakan bagaian dari dirimu sendiri, dan dirimu sendiri merupakan foktor kekuatan penggerak, memberikan makna dan arti dari seluruh yang ada disekitarmu.
Kalau engkau memiliki dan menggenggam segenggam tanah tidak akan mampu engkau pergunakan untuk kebutuhan hidupmu, tetapi kalau tanah itu engkau sebarkan di seluruh dinia ini, akan mampu memenuhi segala kebutuhanmu aku ibaratkan pengetahuan tentang kepemilikan. Aku jabarkan semua ini untuk menjadikan dirimu memahami dan mengerti semakin dalam agar jiwamu menjadi tenang dan damai. Orang-orang yang bijaksana akan memanfaatkan dan akan menaruh kasih dan cinta kepada seluruh isi alam semesta ini, sehingga kemudahan-kemudahan akan selalu dia dapatkan kerinduan akan isi alam semesta akan semakin dalam, cintanya akan semakin dalam karena alam semesta adalah bagian dari dirinya. Tetapi orang-orang yang kerdil yang tidak memahami kekuwasan alam semesta dirinya merupakan bagian dari pada alam semesta. Bagaimana engkau memahami alam ini bagian dari dirimu bagai mana engkau mengerti dirimu bagian dari pada alam semesta ini engkau memiliki jiwa yang kecil dan engkau memiliki jiwa yang besar. Jiwa yang besar apabila dirimu mampu menyatukan dirimu dengan yang maha kuwasa “Brahma Aham Asmi” orang bijaksana mengatakan “Brahma Aham Asmi” orang-orang suci orang-orang bijaksana juga mengatakan “Tatwamasi Aku Adalah Dirimu”. Bila kekuatan ini engkau miliki dan pengertian ini engkau miliki dan engkau pahami engkau adalah yang terbesar di antara segala-galanya, engkau akan mudah menggapai alam semesta ini, dengan kekuatan, pengertian dan pengetahuan yang engkau miliki. Tetapi bila engkau berpikir bahwa dirimu bagian dari pada alam semesta ini engkau akan selalu merasa menderita di tekan, di hina, engkau akan memiliki musuh yang begitu banyak engkau akan memiliki suwatu ancaman yang begitu berat, engkau akan merasa tuntutan yang begitu berat didalam hidupmu. Nah untuk menjadikan dirimu besar inilah aku mengajak kalian semua untuk menumpuk bakti dengan berbagai cara, aku memberikan cara bakti, memberikan karma, mengajarkan melakukan membangun tempat-tempat suci, melakukan tirtayatra, melakukan tirta gamana, melakukan padayatra melakukan dan membuat upakara-upakara persembahan melakukan ageni hotra, tapa, berata, yoga, melakukan samadi. Semuanya itu aku bukakan jalan untuk kalian agar dirimu menjadi besar para bakti sekalian. Anak-anakku sekalian akan menjadi begitu besar memenuhi alam semesta ini, tidak ada isi alam semesta ini yang tidak dapat engkau jangkau, tidak ada parabakti sekalian tidak ada dan tidak ada seisi alam semesta ini menjadi musuhmu, semuwa adalah sehabatmu karena engkau adalah sendiri para bakti sekalian.
Kapan engkau memahami dirimu tanpa batas engkau menjadi satu dengan kesendirianmu di saat itu yang mahakuwasa meresapi seluruh indriamu, kapan dirimu mampu memahami hidup ini tanpa beban dan merasa memiliki tanggung jawab yang besar inilah yang disebut denga karma yoga. Kapan dirimu telah memahami dan mengerti hakekan kemanunggalan dengan pribadi yang maha agung, engkau akan dipuja engkau sendiri adalah utusan-utusanya untuk menegakkan darma dan kebenaran serta mengajarkan catur weda. Kapan engkau memahami bahwa pandangan itu amatlah penting untuk engkau pahami engkau akan mampu melihat sesuatu yang paling kecil sekalipun, akan mampu melihat sejauh manapun di dunia ini, berarti engkau akan memiliki pengetahuan yang begitu luwas para bakti sekalian. Samudra ilahi akan selalu bergoyang dan bergerak melindungi kekuatan yang ada pada dirimu, samudra ilahi akan memberikan penglukatan terhadap apa yang engkau lakukan sehingga perbuatanmu selalu suci dimana-mana, ucapanmu selalu suci, pandanganmu selalu berpenuh makna dengan kesucian. Tidak pernah engkau memandang sesuwatu itu tanpa memiliki nilai kesucian, pandangan yang indah, pandangan yang mulia pandangan yang penuh kasih, ini memberikan suwatu persembahan yang begitu dalam terhadap sang jiwa di dalam dirimu para bakti sekalian. Pada hari ini engkau memuliakan dan memuja guru, aku ingin tahu bagaimana caranya engkau memuliakan dan memahami hakikaat guru dengan sesungguh-sungguhnya.
Oleh sebab itulah aku datang di tengah tengah kalian untuk memberikan pengertian dengan jalanku dan caraku sendiri, ternyata engkau telah memahami itu oleh sebab itu pertahankanlah baktimu dimanapu engkau berada. Begitu juga pahamilah baktimu untuk membesarkan jiwamu keberanianmu untuk melakukan darma, keberanianmu untuk menyebarkan darma dan untuk mempertahankan darma, Darma adalah kewajiban pribadi para bakti sekalian dengan melakukan darma engkau akan menemukan kemuliaan, dengan engkau menemukan kemulian engkau akan menemukan keagungan, dengan menemukan keagungan engkau adalah pemuja yang terbaik para bakti sekalian. Pemuja yang terbaik memahami hakekat baktinya, pemuja yang terbaik memahami pengertian jiwanya, pemuja yang terbaik memahami segala tindakannya.
Sekali lagi aku gariskan kepada kalian, yang menjadi tolak ukur tentang ketulusan dan keiklasan, apa bila engkau sudah tidak memiliki rasa cemburu terhadap siapapun, tidak pernah merasa cemburu dengan apa yang dilakukan oleh orang lain, tidak pernah merasa cemburu bila tidak mampu melakukan, menerima dengan senang hati, menyadari dengan kesungguh-sungguhan, menghayati dengan penuh makna, ini adalah yang dikatakan tulus dan iklas. Bila engkau tidak mampu mendaki gunung jangan menghentikan orang untuk tidak mendaki gunung, bila engkau tidak mampu memahami lautan jangan menghentikan orang untuk menyebrangi lautan, tetepi bila engkau mampu melaluwi samudra yang begitu luwas jangan mengajak orang untuk melakukannya karena orang tidak memiliki kemampun, pengertian, dan pemahaman yang sama dengan dirimu. Jawablah segala pertanyaan dan kebutuhan yang di pentingkan oleh orang yang menanyai dirimu, yang bertanya kepada dirimu, jawablah apa yang ditanyakan oleh orang lain, dengan kemampuanmu, dengan kerendahan hatimu, dengan ketulusanmu, janganlah menjawab pertanyaan orang lain dengan selalu menghantuwi dan menakut nakutinya karena semuwanya itu engkau berarti menanamkan kebencian secara berlahan-lahan, Terimakasi para bakti sekalian, engkau telah memuja dengan baik pada hari ini, engkau telah memahami kewajiban dan tugasmu. Semoga engkau bahagia semoga engkau sejahtera.
OM NAMA SIWAYA
OM SANTI SANTI SANTI OM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.