Jumat, 31 Mei 2013
Peran Tuhan Di jaman Detik-Detik Kali Yuga
Kamis, 30 Mei 2013
Renungan Akhir Tahun 2007
Wacana Maha Guru Sri Nara Dirijin 08 Maret 2008
Di Asram Bhama Santhi
Renungan Akhir Tahun 2007
Dengan namanya yang maha besar AGENI………….. Kenapa kita memuja nama tuhan lewat Ageni, karena permulaan awal pemujaan yadnya yang dilakukan oleh umat manusia adalah lewat nama Ageni, Nama Tuhan Ageni ini telah di yakini oleh seluruh umat manusia dari jaman dulu. Ageni merupakan perwujudan yang maha kuasa, yang meresap pada setiap ciptaanya. Ageni yang menggerakkan alam semesta ini, menggerakan air, udara dan memberikan kehidupan kepada ciptaan Tuhan.
Pada pergantian tahun, kita di Asram ini dengan penuh ketulusan dan kesadaran memuliakan nama tuhan yang maha besar lewat Ageni sebagai Puruhita, artinya Dewa Agenilah sebagai pendeta pelaksanaan upacara ini. Nama-nama tuhan yang pernah ada di dalam kitab suci juga di muliakan pada hari ini, itu pertanda menunjukan kebesaranya karena hidup kita di dunia ini tidak hanya cukup dengan satu restu nama tuhan. Setiap nama tuhan memberikan restu yang berbeda, memberikan kuasa yang berbeda terhadap kita semua terutama pemuja pemujanya yang baik, yaitu pemuja yang telah menujukan rasa baktinya.
Perubahan selalu terjadi dari detik menjadi menit dari menit, menjadi jam, menjadi hari, bulan, dan tahun begitu juga tahun dewa itu berubah. Begitu tahun Brahman itu berubah, perubahan inilah yang membutuhkan suatu keseimbangan, untuk mendapatkan keseimbangan ini kita membutuhkan restu nama tuhan yang banyak. Di setiap perubahan itu akan terjadi proses peleburan, akan terjadi proses penciptaan, yang sesungguhnya bagi manusia yang tidak menyadari semua proses lahir, hidup, dan mati ini, maka perubahan itu kadang kadang dilihat dipandang sebagai suatu bencana. Sesunggguhnya tidaklah ada bencana di alam semesta ini, tetapi yang terjadi adalah perubahan.
Terjadinya suatu proses alam semesta untuk menjadikan kita semua lebih sempurna di pandang dari mata beliau sendiri. Kewajiban kita dengan proses perubahan inilah untuk menyadari dan menyeimbangkan. Menyadari sesadar sadarnya agar diri kita tidak dipengaruhi oleh suatu perubahan alam semesta ini, tetap kita berada pada posisi kebenaran yang di kehendaki oleh yang maha kuasa. Maka dalam perubahan tahun ini usia manusia bertambah, bertambahnya usia manusia berarti berkurangnya kesempatan hidup, inilah hukum kekekalan dan hukum keabadian. Tidak ada bertambah dan semuanya bertambah, di satu sisi bertambah di satu sisi akan berkurang, usia kita bertambah kesempatan hidup akan berkurang. Bila kita menyadari hal seperti itulah maka kita dengan motivasi kesadaran dan keyakinan lebih banyaklah berbuat kebaikan dan kebenaran yang kita sadari. Untuk kita bisa menjadikan diri inti dari pada suatu perubahan,
“inti suatu perubahan yaitu adalah pemahaman yang kekal,
“inti dari suatu perubahan yaitu mengatur perubahan itu sendiri,
“inti dari suatu perubahan yaitu memelihara perubahan itu sendiri,
Bila kita bisa mengatur perubahan itu sendiri maka kita tidak akan pernah berubah dari system perubahan itu. Bila kita bisa memelihara perubahan itu maka perubahan itu merupakan alunam melody yang indah yang menjadikan diri kita bahagia. Bila kita bisa mengatur semua itu, dan memahami semua itu, maka kekuatan tuhan semakin hari semakin engkau rasakan dan kuasa tuhan akan semakin engkau rasakan. Disinilah orang-orang yang telah memahami perubahan itu merupakan sebagai pemuja yang betul-betul memahami kehendak tuhan, yang memahami kehendak tuhan dia mampu melayanai kehendak tuhan dan bisa menjadi pengikut dewa siwa.
Perubahan ini bagi orang yang berjiwa kerdil menjadi ancaman baginya, dia akan merasa di ombang ambing oleh suatu perubahan itu. Itulah sebanya saya mengajak para pemuja pada perubahan ini untuk memuliakan nama tuhan agar terjadi suatu keseimbangan jiwa, keseimbangan kekuatan, dan memohon bersama sama. Makanya saya berkata ke padamu, lakukanlah permohonan dan pertanggung jawabkanlah permohonan itu salah satu contoh…….
“Bila engkau memohon umur mu panjang, pertanggung jawabkanlah umur yang panjang itu untuk melakukan perbuatan baik.”
“Bila engakau memohon rejeki yang berlimpah, pertanggung jawabkanlah rejeki yang berlimpah itu untuk beryadnya dan menolong sesamamu.”
“Bila engkau memohon untuk kesehatan, pertanggung jawabkanlah kesehatan itu untuk melakukan kebaikan dan memuja tuhanlah dengan baik.”
“Bila engkau memohon pengetahuan yang mengalir, alirkanlah pengetahuan itu kepada yang membutuhkan pengetahuan dan bebaskanlah umat manusia ini dari segala bentuk penderitaan karena pengetahuanlah yang membebaskannya.”
Itulah sebabnya aku garis bawahi kepada kalian semua, pertanggung jawabkanlah permohonan mu itu, agar tidak memohon sesuatu tetapi engkau tidak bertanggung jawab dari pada akibatnya, itu sesungguhnya pencuri para bakti sekalian, itu sesungguhnya yang memperkosa alam semesta ini para bakti sekalian. Kuatkanlah imanmu dan sadarilah, sesadar sadarnya kekuatan yang pernah datang pada dirimu, dan pertanggung jawabkanlah kekuatan itu untuk suatu pengabdian kepada dirumu sendiri, keluargamu, dan alam semesta. Di puncak pengabdianmu bagaimana engkau bisa mengabdi kepada Guru dan kepada tuhan.
Kita semua baru tingkat melayani dan mengabdi ke pada diri kita sendiri, belum kita bisa mengabdi dan melayani orang lain, apa lagi melayani guru.
Melayani guru adalah
"orang yang mampu menyebarkan ajaranya, "
"orang yang mampu menjaga ajaranya,"
"orang yang mampu menjaga kesucianya"
itulah sesungguhnya di dalam kitab suci yang disebut dengan pengikud dewa Siwa para bakti sekalian.
Pemuja dewa Siwa banyak ada di mana-mana, karena semua adalah pemujanya. Tetapi yang menjadi pengikutnya inilah amat sulit untuk di tentukan. Itu biasa ditentukan dari segala bentuk keriteria tentang tindakan dan perbuatan sehari-hari yang semestinya di lakukan, hayatilah itu baik baik para bakti sekalian. Semoga perubahan ini menjadikan diri mu lebih dewasa, semoga perubahan ini mampu mengentaskan kemiskinan sepiritualmu para bakti sekalian. Berjuanglah terus karena semua bersumber dari pada kemiskinan sepiritual ini.
Kehancuran dimana mana, kemerosotan moral, semuanya itu bersumber karena kemiskinan sepiritual para bakti sekalian. Banyak orang-orang yang mengentaskan kemiskinan materi tetapi tidak bisa mengentaskan kemiskinan sepiritual.
Tanpa melakukan pemujaan dengan tulus,
Tanpa berguru kepada yang mahakuasa tidak ada manusia yang mampu mengentaskan kemiskinan sepiritual.
Tetapi ini merupakan suatu sumber segala-galanya para bakti sekalian.
Kemiskinan sepiritual ini merupakan sumber segala-galanya para bakti sekalian, bila engaku mampu dan kaya pengetahuan sepiritual, tidak ada hidupmu menjadi susah dan sulit di dunia ini, engkau tidak akan terpengaruh oleh suatu perubahan tetapi engkau adalah pengatur perubahan itu sendiri dan melayani perubahan itu sendiri dengan baik. itulah yang dapat saya sampaikan pada hari ini para bakti sekalian.
Om Nama Siwayah
Om Nama budhaya
Senin, 05 Oktober 2009
Menjelang Puncak jaman Kali Yuga 2009
Om Swastiastu
Wacana Maha Guru Sri nara dirijin 10 mei 2009
Asram Bahma Santi
Menjelang Puncak jaman Kali Yuga
Para bakti yang berbahagia, persembahan air mata kasihmu, membersikan kaki suciku. Ketulusanmu datang memuja di kaki-kaki Tuhan sangat berani sekali. Aku bangga pada pemuja. Dengan permohonan dan kesungguhanmulah pada hari ini aku datang dengan kekuatanku yang besar, sehingga jiwamu bergetar mendapatkan tempat di hatiku. Kekuatan yang besar pada hari ini adalah jawaban dari pada kebutuhan alam semesta di Jaman kali yuga ini. Tanpa dengan kekuatan yang besar tidak mungkin di jaman ini bisa mengikuti Dharma kebenaran tata susila dan adat kebiasaan yang murni dan utuh dan dirimulah salah satu yang memohon kekuatan itu. Dengan kau melakukan tapa brata, melakukan pemujaan tanpa henti dari jaman ke jaman. Aku datang dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya karena memang adalah kewajibanku untuk memenuhi dan mengabulkan semua permohonan pemuja-pemuja ku dimanapun berada. Dan dengan cara apa pun dia memuja bila pemujaan itu datang dari ketulusan hatinya ia akan menyentuh semua aspek ku. Aspek ku itu adalah diriku sendiri para bakti sekalian. Gelombang kekuatan Kali Yuga ini amatlah dahsayat. Semua Panca Maha Buta menujukan kekuatannya oleh sebab itulah aku berkewajiban untuk mengendalikan dan melindungi pemuja ku dimana pun berada.
Setiap kau ingat dengan diri ku aku datang dalam pikiran mu.
Setiap kau memuja dan menyebut namaku aku datang dengan ucapan-ucapan suci ku.
Setiap kau merenungkan nama-nama suci aku datang di dalam hatimu meberikan petunjuk apa yang semestinya kau lakukan.
Bila dirimu didalam kehidupanmu menenemukan bahaya yang mengancam keselamatanmu aku juga datang untuk menolong mu tidak ada sesuatu aktifitas mu tanpa aku ketahui para bakti sekalian.
Tapi aku tidak membatasi dirimu untuk melakukan karma. Bila kau memilih jalan yang tidak benar itu adalah urusan mu tetapi bila kau memilih jalan yang benar itu juga adalah urusan mu sendiri para bakti sekalian aku berada di semua sisi itu dan aku juga tidak akan pernah melanggar hukum itu perbuatan baik yang engkau lakukan aku akan menjawab dan engkau akan mendapatkan jawabannya kebahagiaan dan kedamaian lah jawaban semua itu. Bila perbuatan yang tidak baik engkau lakukan kesusahan, kegelisahan dan keraguraguan lah jawabanmu. Aku tidak pilih kasih diantara semua aktivitas dan karma manusia para bakti. Yang menentukan dirimu mencapai kaki tuhan adalah kebulatan pikiran, ucapan dan perbuatan mu. Namun di tengah –tengah aktivitas kehidupan manusia aku datang mengajarkan tentang kebenaran memberikan contoh tentang ketidak benaran. Pilihan itu pada dirimu aku tidak memilihkan dirimu apa yang semestinya engkau lakukan kalau engkau sendiri tidak mau mengikuti garis-garis perguruan. tapi bila dirimu mengikuti garis-garis perguruan aku akan kendalikan pikiran mu untuk melakukan kebaikan. Dan aku akan hentikan pikiranmu untuk menciptakan pikiran-pikiran yang tidak baik itulah perlindungan dan itulah kewajibanku melindungi pemuja-pemuja ku dimanapun berada. Diantara kehidupan di dunia ini pasti pada Tuhan adalah sumber segala-galanya. Diantara semua aktipitas mengabdi pada tuhanlah aktivitas yang paling mulia. Bila engkau memahami tentang hakekat kemuliaan hidup yang aku tentukan dan yang aku gariskan kenapa engkau menghentikan tindakan mu untuk melakukan kebaikan kenapa engkau menunda pikiran mu untuk melakukan kebenaran dan kebaikan
Tetapi aku menyadari semua itu para bakti sekalian kegelapan karma masa lalu mu lah yang mengantarkan semua itu pada mu. Tetapi bila engkau berjuang dan berjuang dan berjuang walaupun aku sendiri tidak menghentikan matahari tetapi aku sendiri mampu menutup sinar matahari dengan mendung yang menyejukan hatimu artinya walaupun karma buruk apa pun yang engkau lakukan di masa lalu yang semestinya engkau nikmati dimasa ini dengan engkau memuja tuhan dengan baik
Semuanya akan mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian….
Semuanya akan mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian….
Bila ada penyesalan dan bila ada kegelisahan di mata ku, bila semua itu bersuber dari pada kesucian, bila ada kedatangan dan kepergian karena aku adalah sendiri tidak ada terpisah diantara dirimu dan diriku karena aku adalah dirimu sendiri. Pahami kenalilah dan ikatlah selalu aku dalam dirimu. Engkau akan menjadi pemuja yang besar, betapa mulia dan betapa besarnya para bakti yang memuja tuhan karena dia mampu mengikat kepribadian Tuhan di dalam dirinya. Bila kepribadian itu engkau melakukan mempersembahkan karma yang baik dan bakti yang baik dirimu menjadi atma wisesa, pemuja tuhan adalah tuhan sendiri.
Orang-orang suci mengatakan Nara, Narayana itu adalah tunggal para bakti sekalian. Pergunakanlah kesempatan yang baik ini di dalam kelahiranmu untuk mengkhiri semua karma buruk yang pernah engkau lakukan di masalalu dan nikmatilah hidup ini dengan kesederhanaan di kaki tuhan karena kesederhanaan itulah yang akan membawakan kemewahan dan kemuliaan.
Bila engkau tidak berbikir sederhana engkau tidak akan pernah menemukan kemewahan.
Bila engkau selalu berpikir tentang kemewahan, kemewahan, kemewahan hanya penderitaan yang engkau alami, engkau tidak akan menemukan kemewahan itu. Engkau akan merasa sejuk apa bila engkau berada dibawa pohon para bakti sekalian. Tetapi apa bila dirimu ingin berdiri dan tinggi setinggi pohon itu sendiri engkau akan panas engkau tidak akan merasakan kesejukan itu, maka duduk bersila dan bersimpuhlah di bawah pohon, berlindunglah di kaki Tuhan
Agar engkau mendapatkan kasih,!
Agar engkau mendapatkan cinta,!
Agar engkau menemukan kedamaiana dan madu surgawi yang memberikan kehidupan dan panjang umur terhadap aktivitas bakti mu para bakti sekalian
Jadilah penyembah karena hanya penyembahlah yang mendapatkan berkah tanpa melakukan bakti dan menjadi penyembah berkah itu tidak akan datang pada mu. Dengan kemampuan mu, intelektual mu, engkau tidak akan mampu menjawab kebutuhan hidup mu, karena pikiran mu selalu mencipta dan mencipta sesuatu ingin lebih dan ingin lebih tinggi dan ingin lebih mulia dari pada orang lain. Tetapi apa bila kekuatan yang engkau miliki intelektual yang engkau miliki pengetahuan yang engkau miliki keberanian yang engkau miliki engkau persembahkan kepada tuhan maka jawabanya tidak ada kebutuhan mu yang tidak engkau penuhi tidak ada kebutuhan hidup mu yang tidak terpenuhi.
Betapa besar pun manusia di dunia ini memiliki suatu pengetahuan dan kemampuan dia sulit tanpa berkat untuk mengendalikan pikirannya, karena pikiran itu adalah memiliki tujuan yang paling atas diantara indriamu, dialah pengatur semua indria dialah penentu yang menjerumuskan indria-indriamu kepada obyek-obyek yang lemah para bakti sekalian. jadilah penyembah agar engkau mendapatkan berkah.
Berkah dari tuhan adalah jawaban dari segala-galanya………!
Kelahiran demi kelahiran manusia di dunia ini adalah untuk mendapatkan berkah, jalan untuk berkah aku bukakan kepada kalian berjalanlah walaupun pelan-pelan, namun kekuatan pikiran menuju berkah itu ada engkau akan mencapainya waktulah penentunya waktulah penentunya.
Para bakti sekalian pada hari ini aku akan ingin mengulangi kembali, mengulangi kembali masalalu bagai mana di dunia ini pernah mengalami suatu kegagalan bagaimana para dewata dan para raksasa memutar Gunung Mandara Giri untuk mendapat Amerta yang menjadi tujuan semua kelahiran di dunia ini pada hari ini dalam hari pemujaan yang besar ini aku mengajak diri mu untuk mengingat hal itu lakukan lah sungguh-sungguh dan jadikanlah dirimu dewata agar engkau mendapatkan amerta tetapi apa bila dirimu menjadikan dirimu raksasa engkau akan ditinggalkan engkau akan ditinggalkan oleh semua para dewata. Para dewata memberikan restu kemakmuran, kesejahteraan dan tuntunan untuk mencapai kaki tuhan kebahagiaan itu ada hanya pada kedamaian untuk mendapatkan kedamaian inilah engkau membutuhkan sedikit kekuatan untuk mengendalikan pikiran mu kandalikan pikiranmu jangan merasa terjerat dan dijerat oleh kekuatan itu karena kekuatan itu akana menjadikan dirimu berselera rendah di dunia ini para bakti sekalian
Terimakasi para bakti sekalian itulah yang aku sampaikan pada hari ini untuk kemuliaan dan kejayaan mu dimasa kini dan masa yang akan datang
semoga kalian bahagia, senang, gembira, datang menjadi penyembah
